Bupati Pasaman Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di MTsN Lubuk Sikaping

Avatar of Redaksi
IMG 20250612 WA0039
Bupati Pasaman Welly Suhery meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTsN Lubuk Sikaping (FajarPR/Kabarterdepan.com)

Pasaman, Kabarterdepan.com – Bupati Pasaman Welly Suhery turun langsung ke MTsN Lubuk Sikaping untuk memastikan jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (11/6/225).

Di sebuah ruang kelas bercat hijau terang, Welly berdiri menyaksikan para siswa menikmati menu makan siang mereka. Tidak ada formalitas berlebih, hanya senyum tulus dan obrolan ringan yang menyiratkan satu pesan penting: negara hadir untuk tumbuh kembang anak-anaknya.

“Ini adalah soal investasi jangka panjang. Anak-anak yang sehat dan cerdas hari ini akan menjadi pemimpin yang tangguh esok hari,” ujar Welly di hadapan para guru dan pejabat pendamping.

Program MBG merupakan bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045, visi jangka panjang yang menempatkan pembangunan manusia sebagai fondasi utama. Di daerah seperti Pasaman, tantangan tak hanya terletak pada angka stunting atau kemiskinan, tetapi juga pada memastikan bahwa setiap kebijakan menyentuh akar persoalan: gizi, pendidikan, dan keadilan sosial.

Dengan pendekatan lintas sektor yang melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta institusi pendidikan keagamaan seperti madrasah, pelaksanaan MBG di Pasaman menunjukkan model kolaboratif yang mulai menemukan bentuk. Menu yang disajikan pun telah melalui penilaian ahli gizi, memastikan bahwa anak tidak hanya kenyang, tetapi juga sehat.

Welly Suhery menegaskan pentingnya konsistensi dalam implementasi. Ia menyadari bahwa program semacam ini kerap terhambat oleh teknis distribusi, keterbatasan anggaran, atau sekadar birokrasi yang berbelit.

“Karena itu saya datang langsung. Kami ingin mendengar langsung dari guru, dari anak-anak, apa yang perlu ditingkatkan. Tidak semua bisa dibaca dari laporan di atas meja,” ungkapnya.

Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi rutin seorang kepala daerah. Ia adalah simbol bahwa negara, dalam bentuk paling konkret, hadir menyentuh kehidupan warganya. Bahwa kebijakan tidak berhenti di Peraturan Bupati, tapi sampai di meja makan anak-anak sekolah.

Dan di situlah, mungkin, harapan akan masa depan yang lebih adil, lebih sehat, dan lebih cerdas mulai ditanamkan. (FajarPR)

Responsive Images

You cannot copy content of this page