
Jember, kabarterdepan.com- Ketua Kwarda Jawa Timur H. M. Arum Sabil, melantik Bupati Jember Muhammad Fawait, dan Wakil Bupati (Wabup) Jember Djoko Susanto, serta jajaran forkopimda menjadi Pengurus Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Jember Bakti 2025-2030 .
Kegiatan tersebut ditempatkan di Pendopo Wahyawibawagraha pada Senin (24/03/2025).
Hadir pada acara pelantikan seluruh OPD dan para camat dilingkup Pemkab Jember.
Ketua Kwarda Jawa Timur Arum Sabil dalam sambutannya menyampaikan, sesuai dengan isi indang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 bahwa Bupati/Walikota serta jajaran forkopimda secara otomatis menjadi Pengurus Majelis Pembimbing Cabang yang diketuai oleh Kepala Daerah.
Dia katakan tugas yang diemban oleh Majelis Pembimbing Cabang yakni membimbing, membina mengawasi, advokasi, edukasi, membiayai, membesarkan dan menguatkan Gerakan Pramuka yang ada di daerah.
Sementara Ketua Pengurus Majelis Pembimbing Cabang Jember Kakak Fawait saat dikonfirmasi awak media usai pelantikan menyampaikan bersama para pengurus, Gerakan Pramuka di Kabupaten Jember harus lebih maju dari sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Jember akan bergotong-royong dengan Gerakan Pramuka bersatu dalam mewujudkan Visi-Misi Pemerintah Pusat.
“Untuk itu program-program Pramuka ke depan selain program rutin kepramukaan, kami juga ingin berinovasi bagaimana Pramuka memberikan sumbangsih kepada swasembada pangan,” tutur Ketua Majelis Pembimbing Cabang Pramuka Jember Kakak Fawait.
Semua elemen bangsa termasuk Pramuka di dalamnya harus bersatu mensukseskan program pemerintah pusat. Salah satu yang paling penting menurut Bupati Gus Fawait untuk masa depan Indonesia dalam sektor pangan maka kami Pemerintah Kabupaten Jember mensinergikan semua gerakan untuk mensukseskan swasembada pangan.
Salah satu upaya yang harus segera diwujudkan dalam waktu dekat menurut Gus Fawait di Jember ada Sejumlah perguruan tinggi.
‘Tentunya akan kita libatkan untuk menangani pertanian yang bagaiman sekiranya cocok untuk kondisi lahan pertanian di Jember,” ujarnya.
“Ini belum dilakukan oleh pemkab Jember, oleh sebab itu kami bersama OPD terkait untuk menjalin kerjasama dengan pihak Unej maupun Polije mereka memiliki tenaga ahli pertanian,” ujarnya. (Lana)
