BNN Gandeng TNI dan Polri Geledah 27 Kamar Hunian Lapas Banyuwangi, Ini Hasilnya

Avatar of Redaksi
IMG 20241106 WA0029
Kalapas dan Kapolresta melakukan sidak kamar hunian Lapas Banyuwangi. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi menggandeng TNI dan Polri melakukan penggeledahan kepada 27 kamar hunian warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banyuwangi, Selasa, (5/11/2024) malam.

Penggeledahan tersebut melibatkan 112 petugas gabungan yang terdiri dari petugas lapas, anggota Kodim 0825 Banyuwangi, Polresta Banyuwangi dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi.

Turut hadir dalam razia tersebut Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol Faisol Wahyudi dan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra.

Kepala Lapas Banyuwangi, Agus Wahono mengatakan, razia dan penggeledahan dilakukan untuk memastikan tidak ada peredaran handphone, narkoba maupun barang terlarang lainnya di dalam Lapas Banyuwangi.

“Perintah dari Presiden, Wakil Presiden dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sangat tegas dalam mengupayakan pemberantasan peredaran narkoba,” kata Agus.

Selain itu, hal tersebut juga sebagai wujud penerapan salah satu dari 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam hal pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba.

Ditambahkan Agus, penggeledahan juga menjadi bagian dari deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban, sehingga perlu untuk dipastikan bahwa tidak ada barang terlarang yang dapat menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

“Sengaja kami libatkan rekan-rekan dari TNI, Polri dan BNN agar hasil penggeledahan lebih maksimal dan kondisi keamanan tetap dalam kondisi yang kondusif,” tegasnya.

Dari hasil penggeledahan tersebut petugas adanya benda terlarang seperti handphone atau narkoba, namun demikian petugas tetap mengamankan barang yang berpotensi disalahgunakan dan dapat menyebabkan gangguan kamtib.

Selain penggeledahan ke 27 kamar, petugas juga melakukan tes urine secara acak terhadap 60 warga binaan dan 18 petugas yang seluruhnya menunjukkan hasil negatif.

“Pelaksanaan tes urine tadi juga dibantu rekan BNN, hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada warga binaan maupun petugas yang mengkonsumsi narkoba maupun obatan terlarang,” tegasnya. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page