
Sleman, kabarterdepan.com- Mosi tidak percaya dilayangkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kepada Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Ova Emilia.
Para mahasiswa sebelumnya meminta kampus agar merespon sejumlah kondisi bangsa yang terjadi saat ini, terutama bersikap kritis pada kekuasaan.
Hal tersebut buntut belum adanya titik temu atas tuntutan yang disampaikan kepada pihak kampus oleh mahasiswa yang sebelumnya melakukan okupasi di halaman rektorat.
Rektor UGM Temui Mahasiswa
Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan Universitas Gajah Mada Hempri Suyatna menyampaikan bahwa tuntutan dari mahasiswa seluruhnya sudah terjawab saat Rektor Ova Emilia menemui mahasiswa pada Rabu (21/5/2025) lalu.
“Soal tuntutan mahasiswa, rektorat sudah jelas (menjawab) dalam dialog kemarin dan dijawab dengan clear,” katanya saat ditemui wartawan di Balairung, Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY pada Senin (27/5/2025).
Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan tetap bersikap kritis kepada pemerintah.
“Kalau soal mosi tidak percaya, itu berada di ranah mahasiswa,” katanya.
Ia juga mematikan, gerakan mosi tidak percaya tersebut juga tidak berkaitan dengan keaslian ijazah mantan Presiden Jokowi yang dipertanyakan sejumlah pihak. (Hadid Husaini)
