
Jakarta, KabarTerdepan.com – Kucing merupakan hewan yang menyenangkan, bersahabat dan lucu. Namun terlepas dari itu, bulu kucing bisa saja menimbulkan bahaya bagi tubuh manusia. Ada beberapa penyakit yang disebabkan bulu kucing.
Dilansir kabarterdepan dari kanal Youtube dr Saddam Ismail, jika kucing masuk rumah, kemudian meninggalkan bulu yang rontok di sofa maupun di lantai, maka perlu dibersihkan.
“Bulu kucing ini bisa menimbulkan bahaya bagi manusia,” ujar dr Saddam Ismail.
dr Saddam Ismail menyebut beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan oleh bulu kucing, yakni :
1. Reaksi alergi. Ketika tubuh mengira bulu kucing sesuatu yang berbahaya. Bisa mengalami sesak napas, bersin-bersin, mata berair, hidung tersumbat dan reaksi alergi lainnya.
“Reaksi alergi ini bisa muncul dari liur kucing, proteinnya, dari ketombe kucing, ini kemudian menjadi alergi pada tubuh manusia. Memang tidak semua orang alergi terhadap bulu kucing, tapi ada yang alergi,” terangnya.
2, Cat Scrath Disease
Cat Scrath Disease ini infeksi bakteri, atau bisa disebut Bartonellosis. Penyakit ini disebabkan infeksi bakteri Bartonella Henselae. Bakteri ini biasanya mudah menular malalui gigitan kucing, cakara kucing yang terinfeksi. Bakteri ini juga bisa ditularkan setelah membelai kucing, atau dijilat kucing.
“Gejalanya bisa demam, kalua digigit atau dicakar itu muncul bengkak di sekitar gigitan atau cakaran. Bisa juga mengalami sakit kepala. Tapi memang kondisi ini jarang kalau misalnya kucing itu terawat,” papar dr Saddam Ismail.
3. Gigitan kutu kucing
Gigitan kutu kucing ini tentu karena kucing tersebut banyak kutu. Kalua kucingnya terawat, rajin dibersihkan, rajin dimandikan enggak mungkin ada kutu yang menggigit. Tapi kalau kucing liar atau kucing yang jarang dibersihkan atau dimandikan, ini bisa ada kutu kulit kucing.
“Tentu akan timbul ruam pada area gigitan di area gigitan kutu kucing ini, bisa timbul reaksi alergi seperti gatal-gatal, kemerahan, iritasi dan sebagainya,” tukasnya.
4. Kurap
Kurap Ini biasanya menjangkiti kucing-kucing liar yang disebabkan oleh infeksi jamur. Infeksi jamur ini bisa mengenai manusia. Bisa kontak karena jamur itu ada di bulu kucing, atau manusia kontak lansung dengan kucing karena tidak sengaja membelai kucing.
5. Infeksi Campyobacter. Ini disebabkan oleh bakteri, biasanya berada di saluran pencernaan kucing. Misalnya habis kontak dengan feses kucing atau bulu kucing yang terkontaminasi. Ini cenderung mengenai anak-anak dibawah 5 tahun atau lansia di atas 65 tahun. Intinya karena mereka imunnya rendah.
“Gejala yang biasa ditimbulkan adalah demam, diare, sakit perut melilit, bisa mual muntah,” kata dr Saddam Ismail.
6. Toksoplamosis.
Ini disebabkan oleh infeksi parasit toksoplasma. Ini bisa berada di feses kucing, di bulu kucing yang terkontaminasi kemudian menyerang manusia.
“Ini lebih dikhawatirkan orang-orang yang imunnya lemah atau pada ibu hamkl. Karena pada ibu hamil bisa mempengaruhi janinnya, bisa menyebabkan berat badan bayi rendah, bisa premature, bisa cacat lahir bahkan bisa keguguran,” terangnya.
Ada tips aman bagi pecinta kucing agar terhindar dari beberapa bahaya tersebut. Tips yang pertama menurut dr Saddam Ismail adalah jika memelihara kucing maka harus dirawat, dimandikan, disisir bulunya yang rontok tidak sampai tersebar ke mana-mana.
Yang kedua, menjaga kebersihan kendang rajin dibersihkan, alat makan minum kucing rajin dicuci, mainan dan pasir untuk kucing rutin diganti.
Tips ketiga, perlengkapan kucing jangan berdeatan dengan perlengkapan dapur, harus dipisahkan,
Tips keempat, kalau membersihkan kandang, memandikan kucing sebaiknya memakai sarung tangan dan memakai masker untuk melindungi diri.
Tips kelima, rajin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir setelah memberi makan kucing, membersihkan tempat kucing, atau sehabis membelai kucing dan sebagainya.
“kita enggak tahu karena parasite, bakteri itu tidak kasat mata,” ujarnya.
Tips keenam, kucingnya divaksin. Jika kucing sakit maka diobati, bawa ke dokter hewan. Jangan dibiarkan kucing terus menerus sakit karena bisa menular ke manjusia.
“Tips ketujuh, kita harus menjaga lingkungan kita tetap bersih, ruangan bersih, rumah bersih apalagi yang sering disinggahi kucing. Dengan begitu kucingnya sehat kita juga aman,” pungkas dr Saddam Ismail. (*)
