
Jakarta, Kabarterdepan.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengomentari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo.
Dalam podcast Unfiltered di kanal YouTube Big Alpha, Kamis (28/8/2025), Ahok menilai program tersebut berpotensi kurang efektif jika hanya berbentuk pembagian makanan jadi.
“Saya selalu percaya, lu kasih orang minum kopi, gula satu sendok pun lama-lama dia merasa kurang manis. Nah, rakyat pasti lama-lama akan sadar. Iya gue tuh cuma dikasih gini gratis-gratis, makan bergizi gratis, nampannya sih bagus, alumunium tapi isinya,” ujar Ahok.
Ahok kemudian mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan skema voucher, mirip seperti yang ia terapkan saat meluncurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) semasa menjabat Gubernur DKI.
“Kenapa gak kirimin voucher aja kaya gue dulu lakuin, tinggal guru ngawasin kan. Lu masih ada menu apa, lu kalau enggak ada, orang tua bisa dicabut, dulu kan gue gitu waktu KJP,” jelasnya.
Menurutnya, penggunaan voucher akan lebih fleksibel dan memberdayakan keluarga.
“Nah itu kalau bocorpun gak mungkin banyak karena pada dasarnya orang tua juga seneng kan masak, dia numpang makan gak apa-apa dong. Buat anak-anak sekolah satu bulan boleh beli satu kilo daging, misal kakeknya ikut makan gak apa-apa,” tambah Ahok.
Ia menekankan pemanfaatan teknologi bisa menjadi solusi agar program lebih tepat sasaran.
“Jadi sebetulnya gak ada yang susah dengan manfaatin teknologi,” tandas Ahok.
Sementara itu, pemerintah mencatat realisasi program MBG terus berkembang. Hingga saat ini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi mencapai 7.477 unit, tersebar di 38 provinsi, 509 kabupaten, serta 7.022 kecamatan. (Riris)
