
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dalam upaya mencegah terjadinya banjir saat musim hujan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR Perakim) Kota Mojokerto terus melakukan kegiatan pembersihan saluran air di sejumlah titik rawan genangan.
Kegiatan ini dilakukan secara bertahap oleh petugas lapangan dengan membersihkan endapan lumpur, sampah, serta aceng gondok yang menghambat aliran air pada saluran atau avour yang mengalami pendangkalan.
Pembersihan difokuskan pada beberapa saluran utama, termasuk kawasan permukiman padat dan area yang kerap mengalami genangan saat hujan deras.
Pembersihan Saluran Air Rutin dengan Penyaring Sampah
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto, Basuki, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah rutin yang dilakukan secara berkala terutama menjelang puncak musim penghujan untuk menjaga kelancaran sistem drainase kota dengan menggunakan grill penyaring sampah pada saluran-saluran air tersebut.

“Itu rutin kita lakukan tiap tahun, biasanya dua sampai tiga kali. Dan kegiatan ini bagian dari pengendalian banjir agar tidak terjadi luapan air yang berlebih. Kalau sampah atau kotoran tidak diambil, aliran air bisa terhambat,” ujarnya saat ditemui, Senin (6/10/2025).
Ia juga menyebut pihaknya mempunyai petugas lapangan yang berjumlah sekitar 80 – 90 orang berperan penting dalam menjaga kebersihan saluran air bernama ‘Pasukan Walet’
“Pasukan Walet ini kerjanya membersihkan saluran-saluran seperti di Sekar Putih, Sinoman hingga saluran di Brawijaya. Semua kita keruk biar nggak terjadi kegagalan fungsi drainase,” tambahnya.
Basuki menyebutkan beberapa saluran atau avour yang ada di wilayah Kota Mojokerto.
“Di sini kan ada avour Jagalan, kemudian avour Tembakan, kemudian avour Sinoman, terakhir avour Sepur, saat ini sedang dibersihkan saluran yang di Benteng Pancasila,” sambungnya.
Basuki menyebut total anggaran Sumber Daya Air seperti salah satunya pengendalian banjir mencapai sekitar Rp6 miliar, termasuk untuk pembangunan saluran, pemeliharaan rumah pompa, dan perbaikan plengsengan atau saluran rusak.
Beberapa saluran yang sebelumnya masih berupa tanah kini telah dibangun menggunakan beton, agar lebih kuat. Dengan langkah ini, diharapkan aliran air menjadi lebih lancar dan risiko genangan dapat diminimalkan.
“Kalau anggaran terbagi secara keseluruhan untuk pembangunan saluran, pemeliharaan, dan rumah pompa. Jadi tidak hanya untuk rumah pompa saja, artinya jika ada plengsengan yang ambrol kita bangun, kalau saluran masih berupa tanah kita u-ditch,” jelasnya.
Selain itu, Dinas PUPR Perakim juga melakukan pemeliharaan rutin dan evaluasi sistem drainase di beberapa titik yang dianggap kritis. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam pengendalian banjir di Kota Mojokerto.
Pemerintah Kota Mojokerto mengimbau masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Warga diminta tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam saluran air. (Izhah)
