
Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Suasana pencarian korban di reruntuhan musala tiga lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, kembali dipenuhi keharuan, Sabtu (4/10/2025) malam. Tim SAR gabungan menemukan korban ke-17, namun dengan kondisi yang berbeda dari temuan sebelumnya.
Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit mengungkapkan, korban yang ditemukan bukan lagi dalam keadaan utuh, melainkan berupa potongan tubuh.
Temuan tersebut langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
“Korban ke-17 ini ditemukan di sektor A4 dalam kondisi body part, yakni potongan kaki kanan mulai dari panggul hingga telapak kaki. Untuk detailnya, tim DVI yang akan menjelaskan lebih lanjut. Yang jelas, posisi korban terjepit reruntuhan, bukan akibat terkena alat berat,” tegas Nanang.
Korban Ponpes Al Khoziny
Ia menambahkan, sejak pencarian hari pertama, seluruh korban yang ditemukan sebelumnya masih dalam keadaan utuh. Namun, temuan kali ini menjadi yang pertama dalam kondisi tidak lengkap.
“Dari 16 korban sebelumnya, semua dalam kondisi utuh. Baru korban terakhir ini yang tidak lengkap. Sementara tetap kami masukkan ke data korban meninggal dunia. Jika ada perkembangan lebih lanjut, akan kami sampaikan kembali,” jelasnya.
Dengan penemuan tersebut, total korban yang berhasil dievakuasi hingga malam ini mencapai 17 orang meninggal dunia, terdiri dari 16 jenazah utuh dan satu bagian tubuh.
“Pencarian akan terus dilanjutkan. Tim gabungan masih menyisir beberapa sektor yang berpotensi terdapat korban lainnya. Petugas tetap bekerja siang dan malam tanpa henti,” pungkas Nanang.
