Bos Bimbel Hexagon Mojokerto Diduga Lakukan Penipuan, Korban Setor Ratusan Juta Rupiah

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Bimbel Hexagon
Bekas Kantor Bimbel Hexagon di Kota Mojokerto. (Astrid/kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Kasus dugaan penipuan yang menyeret nama bos bimbingan belajar (bimbel) Hexagon, WK, beserta anaknya, N.

Keduanya, beralamat di Dusun Gentong, Desa Talok, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Namun kantor bimbel Hexagon terdapat di Kota Mojokerto.

Pelaku diduga telah menipu sejumlah orang dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Modus yang digunakan yakni menjanjikan para peserta bimbel dapat lolos masuk Program Studi Kedokteran Universitas Pertahanan (Unhan). Para korban diminta membayar biaya ratusan juta rupiah dengan iming-iming jaminan kelulusan. Namun, kenyataan tak sesuai harapan. Hingga kini, janji yang dilontarkan pihak bos bimbel Hexagon tidak pernah terbukti.

Salah satu Kuasa hukum korban Rifan Hanum menjelaskan, uang tersebut telah ditagih beberapa kali namun tidak segera dikembalikan.

“Sudah beberapa kali kami ingatkan, Ibu dan anak ini untuk segera mengembalikan uang klien kami secara utuh. Sesuai perjanjian jika tidak diterima di Unhan RI maka uang 100% kembali utuh,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, jumlah korban lebih dari satu orang dengan total kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Kasus ini menimbulkan keresahan, terutama di kalangan orang tua yang sedang berjuang memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Bimbel Hexagon belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai adanya dugaan penipuan tersebut. Keduanya diduga kabur ke luar kota.

Bos Bimbel Hexagon Dicari Banyak Orang

Sementara itu, Kepala Desa Talok Khoirul Anwar membenarkan bahwa nama yang disebutkan memang berdomisili di wilayahnya. Namun, ia menegaskan bahwa pelaku saat ini tidak berada di desa.

“Orangnya sekarang tidak ada di Desa Talok kak, banyak yang mencari,” tukas Kades Talok.

Kabarterdepan juga mencoba menghubungi nomor handphone milik pelaku N. Namun nomor tersebut tidak aktif. (Astrid)

Responsive Images

You cannot copy content of this page