
Internasional, Kabarterdepan.com – Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki, resmi terpilih menjadi Perdana Menteri sementara Nepal. Karki mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin pemerintahan negara tersebut.
Pelantikan dilakukan oleh Presiden Nepal, Ram Chandra Paudel, di kediamannya. Karki mengenakan sari merah dan mengambil sumpah tanpa berpidato. Ia hanya tersenyum, berulang kali merapatkan kedua tangan dalam salam tradisional.
“Saya, Sushila Karki mengambil sumpah atas nama negara dan rakyat untuk memenuhi tugas saya sebagai perdana menteri,” ucapnya, dikutip dari France 24.
Presiden Paudel turut menyampaikan ucapan selamat kepada Karki dalam acara itu.
“Selamat! Kami doakan Anda sukses, doakan negara ini sukses,” katanya.
Pemilihan Karki terjadi hanya empat hari setelah KP Sharma Oli mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri.
Mundurnya Oli dipicu oleh gelombang demonstrasi besar-besaran yang menentang larangan penggunaan media sosial hingga demo anti-korupsi yang mengguncang pemerintahannya.
Karki, yang kini berusia 73 tahun, menyatakan kesiapannya menjalankan mandat singkat ini.
“Mereka percaya kepada saya untuk memimpin dalam waktu singkat untuk tujuan penyelenggaraan pemilu,” ujarnya kepada media lokal.
Usai pelantikannya, Karki langsung memimpin rapat Kabinet pertama dan mengusulkan diadakan pemilihan umum pada tanggal 4 Maret 2026.
Sebelumnya, ribuan aktivis muda menggunakan aplikasi daring Discord untuk membahas kelanjutan negara mereka dan akhirnya menyepakati Karki sebagai pemimpin baru.
Kesepakatan ini tercapai setelah dua hari negosiasi intensif antara Panglima Angkatan Darat, Jenderal Ashok Raj Sigdel, Presiden Paudel, dan perwakilan para aktivis muda. (Riris)
