Demo Gen Z di Nepal Memanas, Istri Eks PM Terjebak Saat Rumah Dibakar Massa

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 09 10 at 20.39.21 4ca0646d
Potret rumah Eks PM Nepal, Jhalanath Khanal, saat dibakar massa hingga menewaskan istrinya. (TikTok @msg_means_sandes)

Internasional, Kabarterdepan.com – Negara Nepal kian memanas setelah muncul gelombang demonstrasi besar-besaran yang didominasi oleh Gen Z berujung kerusuhan di ibu kota, Kathmandu.

Istri mantan Perdana Menteri Jhalanath Khanal, Rajyalaxmi Chitrakar, dilaporkan terjebak di dalam rumah saat kediamannya di kawasan Dallu digeruduk dan dibakar massa pada Selasa (9/9/2025).

Chitrakar langsung dilarikan ke Rumah Sakit Luka Bakar Kirtipur dan mengalami luka bakar serius.

Pemicu gelombang demonstrasi itu bermula pada 4 September ketika Pemerintah Nepal memblokir sejumlah media sosial yang gagal mendaftar ke Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi.

Langkah tersebut memicu kemarahan publik, terutama generasi muda, hingga berubah menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang meluas.

Dalam aksinya, massa membakar Gedung Parlemen Nepal, Istana Singha Durbar, hingga rumah pejabat dan mantan pejabat, termasuk kediaman Perdana Menteri KP Sharma Oli. Kritik terhadap pemerintah semakin meluas dengan tuduhan korupsi di kalangan elite politik.

WhatsApp Image 2025 09 10 at 20.59.45 ccca3506
Potret rumah eks PM Nepal, Sharma Oli, yang dibakar massa. (TiTok @officialptiuk)

Kerusuhan juga menyasar pejabat tinggi lainnya. Video yang beredar memperlihatkan Menteri Keuangan Bishnu Prasad Kaudel dipukuli secara brutal oleh massa di jalanan Kathmandu. Ia sempat diseret ke bawah jalan dan dihajar beramai-ramai.

Sementara itu, kediaman Menteri Luar Negeri Arzu Rana dan mantan PM Baburam Bhattarai di Tokha juga menjadi sasaran amuk demonstran.

Menanggapi situasi yang kian memburuk, mantan Presiden Nepal, Ram Chandra Paudel, sempat menyerukan agar semua pihak menahan diri.

“Saya mendesak semua pihak untuk tetap tenang, mencegah kerusakan lebih lanjut bagi bangsa, dan berunding. Dalam demokrasi, tuntutan warga negara dapat diselesaikan melalui dialog dan negosiasi,” ujarnya, dikutip dari The Economic Times.

Sharma Oli kemudian mengumumkan pengunduran diri yang kemudian disusul para menteri dan Ram Chandra Paudel.

Menurut laporan, aksi unjuk rasa berdarah tersebut telah menewaskan 22 orang akibat bentrokan dengan aparat, sementara lebih dari 400 orang mengalami luka-luka. (Riris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page