Doa Bersama di Graha Maja Tama, Seruan Damai Mojokerto

Avatar of Redaksi

 

IMG 20250901 WA0228
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyampaikan sambutan kata di Graha Maja Tama Kabupaten Mojokerto. (Innka cristy natalia/kabarterdepan.com)

KabupatenMojokerto, KabarTerdepan.com- Doa bersama di Pendopo Graha Maja Tama Kabupaten Mojokerto berlangsung penuh khidmat pada Senin (01/09/2025).

Kegiatan ini diinisiasi Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah sebagai bentuk kepedulian atas situasi bangsa sekaligus wujud nyata menjaga persatuan.

Acara tersebut diawali dengan khataman Alquran dan tahlil yang dibacakan bersama. Setelah itu dilanjutkan doa lintas agama, yang dipimpin oleh para tokoh dari berbagai kepercayaan. Kehadiran tokoh agama, aparatur sipil negara, aparat keamanan, mahasiswa, hingga komunitas ojek daring menunjukkan betapa beragamnya elemen yang turut terlibat.

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra atau Gus Barra, menegaskan bahwa doa bersama ini dipersembahkan untuk para korban yang meninggal dunia dalam peristiwa demonstrasi yang sempat berujung ricuh beberapa waktu lalu. Ia juga menekankan pentingnya sikap damai dalam menghadapi setiap persoalan.

“Doa bersama lintas agama ini kami niatkan untuk anak bangsa yang gugur dalam peristiwa kemarin. Semoga arwah mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Kondusivitas Mojokerto adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya pemerintah,” kata Gus Barra.

Selain menyampaikan pesan empati, Gus Barra juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak menyikapi perkembangan informasi. Menurutnya, masyarakat harus selektif terhadap berita yang beredar agar tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.

Dalam suasana doa bersama, tampak keakraban yang terjalin antar peserta meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda. Doa lintas agama tersebut menjadi simbol kuat bahwa perbedaan tidak menghalangi kebersamaan dalam menjaga kedamaian di Mojokerto.

“Perbedaan itu adalah kekayaan bangsa. Melalui doa bersama ini kita menunjukkan bahwa kebersamaan jauh lebih penting daripada perpecahan. Mari kita jaga kedamaian Mojokerto bersama-sama,” tutur Gus Barra lagi menegaskan komitmen tersebut.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto menutup acara dengan tradisi Kembul Bujono, yaitu makan bersama ala Mojopahit yang sarat makna persatuan. Seluruh peserta, mulai dari pejabat, tokoh agama, hingga masyarakat umum, duduk bersama menikmati hidangan tanpa sekat.

Sebagai bentuk kepedulian, pemerintah juga membagikan bingkisan sembako kepada para pengemudi ojek yang hadir dalam acara. Kehadiran mereka dianggap turut memperkuat pesan bahwa doa bersama bukan hanya untuk kalangan tertentu, melainkan untuk semua lapisan masyarakat.

Suasana penuh kehangatan terlihat jelas sepanjang kegiatan. Doa yang terucap bersama menjadi pengingat bahwa menjaga perdamaian bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tugas bersama seluruh warga. Dari Pendopo Graha Maja Tama, Mojokerto menyerukan pesan damai dan komitmen menjaga kerukunan demi masa depan yang lebih baik. (Innka Cristy Natalia)

Responsive Images

You cannot copy content of this page