
Sleman, kabarterdepan.com – Roy Suryo Cs dalam mengungkap keaslian Ijazah Jokowi. Upaya tersebut kali ini dilakukan dengan diterbitkanya buku berjudul Jokowi’s White Paper.
Dalam kegiatan yang digelar di Coffee Shop University Club (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut, pihaknya sempat mendapatkan intervensi dari pihak kampus
Langkah pembuktian terus dilakukan oleh Roy Pihaknya menekankan bahwa buku tersebut berisi proses pengungkapan dan analisis berbagai barang bukti terkait ijazah Presiden Joko Widodo.
Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menilai bahwa penelitiannya dilakukan melalui prosedur akademis. Dengan buku berjumlah sekitar 700 halaman tersebut, pihaknya ingin membuktikan kebenaran yang selama ini ditutup-tutupi.
“Buku ini bertujuan untuk menelanjangi kebenaran yang selama ini ditutupi oleh kebohongan dan-kebohongan berwarna hitam,” katanya.
Buku tersebut menurutnya menjadi senjata di tengah proses hukum yang saat ini tengah dijalani.
Ia menyebut, buku Jokowi’s White Paper akan diterbitkan di 25 negara baik baik secara analog maupun digital. Ia menyampaikan dalam hal ini pihaknya berpotensi untuk dikriminalisasi oleh pihak yang ingin menggagalkan pengungkapan keaslian ijazah Jokowi.
“Kita sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan di kepolisian. Kami sebagai terlapor sedang akan dilakukan pemeriksaan, jika dia nekat mengkriminalisasi maka dengan cepat buku ini beredar di 25 negara,” katanya.
Ahli Digital Forensik Roy Suryo menyampaikan bahwa buku Jokowi’s White Paper turut membongkar berbagai kejanggalan dalam proses peradilan atas kasus Ijazah Palsu.
Yang menjadi salah satu kejanggalan yang diungkap dalam buku tersebut adalah pertemuan Jokowi saat masih menjadi presiden dengan pembimbing akademiknya, Kasmudjo.
“Kami juga mentranskrip semua kata-kata Jokowi dan Pak Kasmudjo. Dan Menariknya kami juga mentranskrip pertemuan Dokter Rismon dan Pak Kasmudjo,” katanya. (Hadid Husaini)
