
Sleman, kabarterdepan.com – Puluhan siswa dari dua SMP di Sleman, DIY mengalami keracunan diduga karena menyantap menu rawon program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (13/8/2025).
Kabid Pelayanan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Dedi Aprianto menyampaikan total ada 90 siswa yang dibawa ke Puskesmas Mlati 2.
Para siswa yang keracunan tersebut dari SMP Pamungkas Muhammadiyah Mlati dan SMP Muhammadiyah 3 Mlati.
“Jadi ada beberapa siswa yang datang ke Puskesmas Mlati 2, yang memang patut diduga diakibatkan karena ada keracunan makanan,” katanya saat diwawancarai pada Rabu (14/8/2025).
Ia menyampaikan para siswa yang diduga keracunan tersebut mengalami sakit mual, diare, hingga pusing. Total ada 7 siswa yang dirujuk ke RS Sleman karena kondisinya mengkhawatirkan.
Ia menyampaikan bahwa keracunan tidak ada yang mengalami kritis dan sebagian besar siswa telah pulih.
Pihak kepolisian disebutnya telah melakukan pengambilan sampel atas makanan yang dikonsumsi. “Sudah diambil sampel makanannya dari Polsek dan Polresta Sleman,” kata.
Sementara itu, Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba mengungkapkan kasus keracunan di Kapanewon Mlati, Sleman merupakan rentetan dari kasus – kasus sebelumnya akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pihaknya mendesak agar program tersebut dihentikan. Ia menyebut sudah ada ratusan hingga ribuan siswa di berbagai daerah yang mengalami keracunan massal usai menyantap menu yang disajikan akibat kualitas makanan yang disediakan tidak sesuai.
“Mengacu pada maraknya kasus keracunan diduga dari menu MBG yang disantap oleh siswa di berbagai daerah termasuk di DIY, maka sudah saatnya Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tanggung jawabnya dengan menghentikan segera proyek MBG,” kata Kamba. (Hadid Husaini)
