
Sampang, kabarterdepan.com — Menyusul insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang siswa SMA di Sampang pada awal Agustus 2025, Kepala SMAN 3 Sampang, Saifudin, angkat bicara terkait langkah-langkah yang dilakukan pihak sekolah guna menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar.
Dalam wawancaranya bersama kabarterdepan.com, Saifudin mengungkapkan rasa duka mendalam atas musibah tersebut. Ia menilai bahwa keselamatan siswa di jalan raya adalah tanggung jawab bersama, baik dari pihak sekolah, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.
“Kami sangat berduka atas kejadian yang menimpa salah satu pelajar yang menjadi korban laka. Ini menjadi pengingat keras bagi kita semua,” ujar Saifudin, Rabu (6/8/2025).
Sebagai langkah konkret, Saifudin mengatakan pihak sekolah secara rutin menghimbau siswa-siswinya untuk berangkat lebih awal ke sekolah guna menghindari kebiasaan ngebut karena terburu-buru. Ia menjelaskan bahwa waktu keberangkatan yang mepet sering kali menjadi pemicu siswa mengendarai motor secara ugal-ugalan.
“Kalau anak-anak berangkatnya mepet, otomatis mereka akan kejar waktu dan ngebut. Ini yang terus kami ingatkan agar mereka berangkat lebih pagi,” tegasnya.
Selain itu, Saifudin juga menekankan pentingnya kesadaran keselamatan berkendara, terutama dalam hal penggunaan helm dan kondisi kendaraan. Ia mengingatkan agar siswa tidak memodifikasi motor dengan knalpot racing, yang menurutnya bisa memicu adrenalin dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Pihak SMAN 3 Sampang juga aktif menjalin kerja sama dengan Satlantas Polres Sampang, dengan tujuan memberikan edukasi langsung tentang berkendara yang aman dan nyaman kepada para siswa.
Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar, yang selama ini masih menjadi salah satu kelompok rentan dalam data laka lantas di Kabupaten Sampang. (Fais)
