Fisik Tak Jadi Penghalang, Gadis Asal Kediri Diterima di UGM Lewat Jalur PBUTM

Avatar of Redaksi
IMG 20250803 WA0010
Eifie Julian Hikmah (19), gadis asal Kediri, Jawa Timur yang diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM). (Humas UGM / Kabarterdepan.com)

Sleman, Kabarterdepan.com – Terinspirasi dari sosok sang ayah, Eifie Julian Hikmah (19), gadis asal Kediri, Jawa Timur dengan kekurangan fisiknya memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan masuk ke perguruan tinggi.

Sang ayah yang dulu pernah mengenyam bangku kuliah menjadi motivasi bagi dirinya untuk menggapai mimpi menjadi kebanggan bagi keluarga.

Keinginan tersebut tertanam kuat sejak dirinya berada di SMP. Anak kedua dari empat bersaudara tersebut memiliki prinsip ingin selalu menjadi juara.

Dirinya yang pernah menjuarai lomba atletik pada Wali Kota Cup Surabaya se-Jawa Timur tersebut menyatakan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai kampus yang selama ini ia idamkan.

Awal ketertarikannya pada Universitas Gadjah Mada bermula secara tak sengaja.

“Waktu itu lihat video PPSMB Palapa di media sosial. Aku langsung bilang mau kuliah di UGM,” katanya pada Sabtu (2/8/2025).

Ia memahami rintangan untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah mudah. Beberapa kali mendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Teks (SNBT) dan Jalur Ujian Masuk UGM CBT.

“Udah kena tampar kalimat ‘maaf, belum diterima’ berkali-kali. Sebelum buka pengumuman, aku minta maaf ke Ibu kalau gagal lagi,” ceritanya.

Namun nasib beruntung menghampiri Eifie, ia dinyatakan lolos melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU). Ia diterima di Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

“Langsung peluk Ibu. Nangis banget,” ucapnya haru.

Memilih jurusan akuntansi bukan hal asal ia pilih. Ketertarikan pada pelajaran tersebut sudah ia perlihatkan sejak di bangku SMA.

Gadis asal SMAN 2 Kediri menyebut terinspirasi dari sang guru dengan cara belajar yang menyenangkan.

Dengan mengambil jurusan Akuntansi, ke depan ia ingin menorehkan mimpinya setinggi mungkin.

“Harapannya, nanti bisa jadi akuntan atau auditor di perusahaan yang menjanjikan atau melanjutkan karir sebagai para atlet,” harapnya.

Ia kini tidak perlu memikirkan biaya kuliah dengan subsidi UKT hingga 100 persen dari UGM. Hal itu menurutnya dapat mengurangi beban ekonomi keluarga.

Ia menyampaikan keinginannya untuk mengikuti berbagai kegiatan kampus, mulai organisasi dan lomba. Hingga menjajal program magang.

Ia juga mengaku tidak ingin meninggalkan dunia atletik yang telah menjadi perjuangannya selama ini.

Ia memberi pesan kepada siapapun yang memiliki mimpi besar agar tetap gigih mewujudkannya.

“Nggak usah dengerin omongan orang yang menjatuhkan. Semua punya waktunya masing-masing,” pungkasnya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page