Ngopi Bareng Pokdarwis Kota Mojokerto, Refleksi Pengembangan Wisata Lokal

Avatar of Redaksi
IMG 20250801 WA0044
Ngopi Bareng Pokdarwis Kota Mojokerto untuk Pengembangan Wisata Lokal. (Redaksi/kabar terdepan) 

Kota Mojokerto, KabarTerdepan. Com- Ngopi Bareng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Mojokerto menjadi momen refleksi dan semangat kolaborasi untuk pengembangan sektor pariwisata lokal.

Acara yang digelar Sabtu malam (26/07/2025) ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Pokdarwis Pulo Bahari, Kelurahan Pulorejo, bertajuk Nambawar (Ngopi Bareng, Masak, Bazar dan Mewarnai).

Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri para pengelola Pokdarwis se-Kota Mojokerto, tokoh masyarakat, pemerintah kelurahan dan kecamatan, hingga kalangan akademisi. Suasana dialog terbuka menjadi sarana bertukar gagasan, kritik, dan harapan terhadap pengelolaan wisata berbasis masyarakat.

Ketua Pokdarwis Pulo Bahari, Sri Andrijanti, mengungkapkan keresahannya terhadap lemahnya tata kelola pariwisata di wilayahnya.

“Kegiatan ini berangkat dari keresahan atas lemahnya tata kelola wisata di lingkungan kami, terutama pada pengelolaan Kebun Kelor, Kebun Jeruk, dan Taman Pintar. Potensi besar ini belum mendapat dukungan kolaboratif yang optimal dari pihak terkait, khususnya Disporapar Kota Mojokerto,” ujar Sri Andrijanti.

Dalam diskusi tersebut, Lurah Pulorejo Elvin Rulianto, dan Camat Prajuritkulon Riaji, menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah kelurahan dan kecamatan untuk memperkuat ekosistem wisata lokal yang berakar dari masyarakat.

Pihak Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Mojokerto menyatakan komitmennya untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan para pelaku Pokdarwis. Hal ini disampaikan sebagai bentuk tanggapan atas harapan para penggerak wisata agar mendapatkan dukungan nyata dan berkelanjutan.

Kalangan akademisi turut memberi warna dalam diskusi. Dosen Program Studi Pariwisata dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Farta Ade Saputra, menegaskan pentingnya pemahaman filosofis tentang wisata sebagai pilar pembangunan ekonomi masyarakat.

“Pemahaman terhadap esensi pariwisata harus dikuatkan agar tidak hanya menjadi daya tarik sesaat, tetapi mampu membentuk kekuatan ekonomi jangka panjang berbasis kerakyatan,” ujarnya tegas.

Nambawar menjadi panggung sinergi, tidak hanya sebagai perayaan, tetapi sebagai wadah reflektif yang menguatkan semangat kolaborasi antara pelaku wisata, pemerintah, dan akademisi. Harapan besar muncul dari forum ini: agar Kota Mojokerto mampu menjadi destinasi wisata lokal yang unggul dan berdaya saing. (Innka Cristy Natalia)

Responsive Images

You cannot copy content of this page