Difatwakan Haram, Sound Horeg Kini Ganti Nama Jadi Sound Karnaval

Avatar of Redaksi
VideoCapture 20250731 120913
Potret komunitas pengusaha sound Team Sotok. (Instagram @fakta.indo)

Malang, Kabarterdepan.com — Di tengah polemik sound horeg yang belakangan menuai sorotan publik, sejumlah pengusaha sound system di Jawa Timur mendeklarasikan perubahan nama dari sound horeg menjadi Sound Karnaval Indonesia.

Langkah ini dianggap menjadi upaya untuk memperbaiki citra setelah aktivitas mereka mendapat kritik tajam, bahkan sempat difatwakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Deklarasi perubahan nama tersebut dilakukan dalam acara ulang tahun ke-6 komunitas pengusaha sound Team Sotok yang digelar di Lapangan Desa Gedog Kulon, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Selasa (29/7/2025).

Dalam video yang diunggah akun Instagram @fakta.indo, tampak puluhan pelaku usaha sound berdiri di atas panggung menyuarakan pernyataan bersama secara kompak.

“Karena situasi yang sudah seperti ini, kita dari teman-teman sound, daripada persepsinya nanti salah semua, maka khususnya untuk dari Tim Sotok, kita ganti nama menjadi Sound Karnaval Indonesia,” ujar salah satu perwakilan pelaku usaha sound dari atas panggung, yang langsung disambut sorakan meriah dari para penonton.

Ia juga menambahkan, sebutan sound horeg selama ini berasal dari mereka sendiri, namun karena telah menimbulkan persepsi negatif, kini saatnya dilakukan perubahan.

“Dulu kan yang menjuluki sound horeg dari teman-teman sound. Nah, karena permasalahan ini kita ganti menjadi sound karnaval,” tambahnya.

Pasalnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur hampir merampungkan aturan penggunaan pengeras suara untuk kegiatan umum, menyusul maraknya keluhan masyarakat terkait gangguan kebisingan. (Riris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page