Kafe Donat Kekinian Ini Tawarkan Rasa Juara dan Suasana Nyaman untuk Semua Kalangan

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250731 052033
Karyawan kafe pastry ini tengah melayani pembeli di balik etalase berisi donat dan croissant. (Ceci/kabarterdepan.com)

Mojokerto, kabarterdepan.com – Dontiest menghadirkan donat kekinian dengan konsep kafe nyaman yang bisa dinikmati semua kalangan. Usaha ini mulai beroperasi sejak 2023 dan langsung mencuri perhatian warga Mojokerto.

Kafe ini dirintis oleh Khofifah Indah Wulandari bersama temannya, Nadia Ine Madine. Berawal dari iseng berjualan online setelah lulus kuliah, ide ini justru berkembang pesat karena mendapat sambutan baik dari masyarakat.

“Aku dulu kuliah di Malang dan suka banget sama donat. Di Mojokerto belum ada yang kayak gitu, jadi kita coba jualan online. Ternyata ramai,” kata Khofifah saat diwawancarai secara langsung Selasa (29/7/2027) di Dontiest, Jl. Surodinawan No.112, Mergelo, Surodinawan, Kota Mojokerto.

Nama “Dontiest” berasal dari gabungan kata “donat” dan “tis” yang berarti manis. Filosofinya ringan, namun mewakili karakter produknya: manis, lembut, dan mudah diingat.

“Awalnya mau pakai nama ‘Donis’, tapi kok kurang pas. Akhirnya aku sambung-sambung sendiri sampai ketemu nama ‘Dontiest’,” jelas Khofifah sambil tersenyum.

Keunikan Dontiest terletak pada konsep kafe pastry yang belum banyak ditemukan di Mojokerto. Tidak hanya menjual kue, tetapi juga menyediakan tempat yang nyaman untuk bersantai dan menikmati sajian langsung di tempat. Harganya pun terjangkau mulai dari Rp6.500.

Menurut Khofifah, kafe ini ingin menyajikan suasana yang hangat dan tidak kaku, sehingga bisa dinikmati oleh semua usia, bukan hanya anak muda, tetapi juga keluarga dan anak-anak.

Menu favorit pelanggan hingga saat ini adalah donat dan cheesecake. Namun, menu lainnya juga kerap berubah karena mereka aktif melakukan eksperimen resep di sela waktu operasional.

“Kalau lagi tidak persiapan jualan, aku pasti coba-coba menu baru. Kalau enak dan cocok, nanti dijual. Tapi kita tidak maksain harus ikut tren viral,” ujar Khofifah.

Sebagian besar produk dibuat langsung oleh tim Dontiest, dengan komposisi sekitar 80 persen produksi internal dan 20 persen suplai dari pihak luar. Mereka juga sangat menekankan penggunaan bahan berkualitas tinggi.

Khofifah menjelaskan, kualitas menjadi fokus utama karena ia ingin pelanggan merasa puas dari segi rasa, harga, kemasan, hingga pelayanan.

“Kita tidak mau ngambil untung sepihak. Apa yang dibayar pembeli, harus setara dengan yang mereka dapat. Dari packaging, rasa, sampai tempat yang bersih dan nyaman,” tegasnya.

Respons pelanggan terhadap Dontiest sangat positif. Banyak yang terkesan dengan konsep kafe pastry seperti ini di Mojokerto.

“Beberapa bilang, ‘Kafenya lucu, unik, ternyata ada tempat kayak gini di sini ya, Kak,’” tutur Khofifah menirukan komentar pengunjung.

Ia juga tidak menganggap tantangan dalam usaha sebagai hambatan besar. Justru menurutnya, semua naik turun dalam usaha adalah bagian dari proses yang wajar.

“Namanya usaha pasti ada pasang surutnya. Aku tidak pernah mikir itu tantangan besar, karena menurutku semua itu bagian dari perjalanan dagang,” ucapnya tenang.

Ke depan, Khofifah dan Nadia berharap Dontiest bisa semakin berkembang dan menjadi ikon pastry di Mojokerto. Mereka ingin produk-produknya dikenal luas karena kualitas, rasa, pelayanan yang hangat, dan harga yang terjangkau.

“Aku pengen Dontiest dikenal karena rasanya enak, tempatnya nyaman, dan orang-orang merasa puas serta jadi toko donat yang jadi ikon kota mojokerto,” tutup Khofifah. (Ceci)

Responsive Images

You cannot copy content of this page