Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Diusulkan Terima Bantuan Usaha dari Kementerian

Avatar of Redaksi
IMG 20250716 WA0017
Bupati Blora akan memberikan pendampingan bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat. (Fitri / Kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora akan mengusulkan orang tua dari 50 siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Blora, untuk menerima bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Bupati Blora, Arief Rohman, menjelaskan pihaknya akan memberikan pendampingan bagi keluarga dari siswa sekolah rakyat.

Bahkan ia berniat untuk membantu mengusulkan bantuan bedah rumah hingga permodalan bagi keluarga siswa sekolah rakyat.

“Jadi nanti para orang tua (siswa SR) akan kita profiling, dan didampingi. Bisa jadi nanti yang rumahnya tak layak huni kita nanti bedah rumah. Yang profesinya kurang modal atau apa, nanti kita bantu,” terang Bupati Blora, Rabu (16/7/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, menjelaskan profiling keluarga siswa telah dilakukan oleh anggota program keluarga harapan (PKH) setempat untuk pendataan keluarga siswa sekolah rakyat untuk dimohonkan bantuan.

“Dari Bapak Bupati, meneruskan dari Bapak Menteri dan Bapak Presiden, selain anaknya yang diopeni (dirawat), orang tuanya juga akan kami intervensi,” ujar Luluk.

Ia mengungkapkan, saat launching Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora, pada Senin (14/07/2025), sejumlah orang tua siswa menyampaikan usulan bantuan kewirausahaan dari berbagai sektor.

“Ada yang mengusulkan ternak kambing, ada juga yang dari perikanan,” ujarnya.

Luluk menambahkan, data usulan tersebut akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Bupati Blora, sebelum diusulkan secara resmi ke Kementerian Sosial.

“Nanti bantuannya kita usulkan ke kementerian,” tambahnya.

Selain melalui kementerian, Luluk menyebut bantuan juga bisa diusulkan ke BAZNAS sebagai bagian dari upaya intervensi kemiskinan, khususnya bagi keluarga yang masuk desil 1. Ia menyebut Dinsos P3A Blora juga akan mengambil peran pada tahun 2026.

“Saat ini memang belum ada anggaran untuk keluarga siswa SR, mungkin nanti kita anggarkan di tahun depan (2026),” jelasnya.

Diketahui, 50 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora yang saat ini terdaftar berasal dari keluarga desil 1 dan 2. Namun, Luluk menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan keluarga desil 1 untuk menjadi peserta didik.

“Kuota tetap 50 siswa. Saat pendataan awal muncul 56 calon siswa dari desil 1. Semuanya sudah ditawari, tapi beberapa memilih sekolah negeri di dekat rumah,” ungkapnya.

“Kita mendata semua keluarga desil 1 yang memiliki anak setingkat SMA, dan itu muncul 56 anak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SRMA 18 Blora, Tri Yuli Setyowati, mengatakan bahwa saat ini kegiatan belajar sudah mulai berjalan, meski ada tantangan tersendiri dalam hal pendekatan dengan siswa.

“Kendalanya saat ini lebih ke pendekatan dengan siswa. Karena mereka tinggal di asrama, jadi perlu pembiasaan,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah guru yang berasal dari luar daerah juga tinggal di asrama yang telah disediakan, sehingga pendekatan personal menjadi penting.

“Kami menekankan pentingnya kebersamaan. Nantinya, kedekatan personal akan menjadi sentuhan awal agar siswa merasa nyaman saat pembelajaran,” pungkasnya. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page