
Blora, Kabarterdepan.com – Sebanyak 17 tenaga pendidik telah disiapkan untuk mengajar di Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Blora, yang akan segera diluncurkan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SR Blora, Tri Yuli Setyoningrum, Selasa (8/7/2025).
“Untuk guru, saat ini sudah ada 17 orang yang diterima. Mereka dipilih langsung oleh Kemensos (Kementerian Sosial) (Kemensos), dan seluruhnya telah mengikuti PPG (Pendidikan Profesi Guru),” ujarnya.
Tri Yuli menjelaskan, daftar nama guru yang akan mengajar di SR Blora berasal dari data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, yang kemudian diseleksi ulang oleh Kemensos.
“Beberapa pengajar berasal dari Blora, tapi ada juga yang dari luar daerah seperti Brebes, Tegal, dan Kudus,” tambahnya.
Mengenai status kepegawaian, Tri Yuli menyebut bahwa para pendidik tersebut merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan saat ini tengah dalam proses pengisian daftar riwayat hidup sebagai bagian dari prosedur administrasi.
“Informasi sementara, para guru akan mengikuti retreat atau pembekalan. Untuk kepala sekolah dilakukan di Jakarta, sementara lokasi retreat bagi para guru masih belum dipastikan,” jelasnya.
Terkait kurikulum, Sekolah Rakyat akan mengadopsi Kurikulum Merdeka, sebagaimana digunakan di SMA pada umumnya. Namun, terdapat penambahan kurikulum khusus yang membedakan SR dari sekolah reguler.
“Akan ada tambahan kurikulum kepemimpinan dan kurikulum life skill,” ungkapnya.
Tri Yuli juga menuturkan bahwa pembelajaran digital akan menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan SR. Setiap siswa direncanakan akan mendapat perangkat pendukung, seperti tablet atau laptop, guna menunjang literasi digital.
“Rencananya, masing-masing siswa akan mendapatkan perangkat digital, entah tablet atau laptop, untuk mendukung pembelajaran,” tandasnya.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora yang menggunakan eks gedung SDN 4 Balun, Cepu, merupakan sekolah setingkat SMA. Untuk tahun ajaran 2025/2026, SR Blora akan menerima 50 siswa dari keluarga miskin kategori desil 1 dan 2, yang terbagi dalam dua rombongan belajar. Sekolah ini siap menyambut tahun ajaran baru dengan konsep dan semangat yang berbeda.(Fitri)
