Dari Atletik ke Basket, Shereen Asal Kota Mojokerto Ukir Prestasi Lewat Beasiswa

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250704 173241
Wajah bangga Selin setelah berhasil membawa pulang medali perak untuk Kota Mojokerto di ajang Porprov IX Jatim 2025. (Redaksi/kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, kabarterdepan.com- Shereen yang akrab dipanggil Selin memilih basket setelah awalnya bergelut di dunia atletik, dan kini sukses menembus sekolah bergengsi di Malang berkat prestasinya.

Dukungan keluarga dan kerja keras mengantarkan remaja asal Mojokerto ini menjadi salah satu atlet muda berbakat Jawa Timur.

Cinta Selin pada basket tumbuh sejak ia melihat kakak dan saudarinya bertanding mewakili sekolah. Sejak saat itu, ia mulai mengikuti kegiatan ekstrakurikuler basket, meskipun masih aktif di atletik.

“Pelatih atletik saya menyarankan fokus ke satu cabang olahraga. Akhirnya saya memilih basket di kelas 3, semester dua,” ujar Selin ditemui Rabu 2/7/2025

Perjalanan Selin tidak mudah. Ia harus meninggalkan dunia atletik yang lebih dulu digelutinya demi mengejar potensi di basket. Namun keputusan itu terbukti tepat.

Motivasi terbesarnya datang dari keluarga, terutama orang tua yang selalu mendukungnya tanpa henti. Ia juga merasa terbantu oleh para pelatih baik di sekolah maupun di klub basket yang ia ikuti.

“Orang tua saya sangat mendukung dari awal sampai sekarang. Saya bersyukur punya support system seperti mereka,” ucapnya.

Perjuangan Selin membuahkan hasil manis. Ia berhasil mendapat beasiswa penuh di SMA Charis Malang, mencakup uang sekolah dan asrama. Sebelumnya, ia sempat diterima di SMA Gloria 1 Surabaya, tetapi mengurungkan niat karena tidak tersedia fasilitas asrama.

Selin mengaku sangat senang saat dinyatakan lolos beasiswa. Ia merasa bangga karena bisa meringankan beban orang tua dan masuk sekolah berkualitas lewat jalur prestasi.

“Tentu senang dan bangga, karena saya tidak menyusahkan orang tua untuk biaya sekolah,” tuturnya.

Sebagai pelajar sekaligus atlet, Selin harus cermat mengatur waktu antara latihan dan belajar. Tantangan terbesarnya adalah menjaga nilai tetap baik sambil tetap tampil maksimal di lapangan.

Ia berlatih basket enam kali dalam seminggu, masing-masing selama tiga jam. Waktu belajarnya fleksibel, kadang dilakukan pagi hari sebelum aktivitas asrama atau malam setelah latihan.

Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat berhasil membawa pulang medali perak bersama tim basket putri 3×3 Kota Mojokerto dalam ajang Porprov IX Jawa Timur tahun ini.

Prestasi itu membuatnya makin yakin menatap masa depan. Selin tidak ingin berhenti sampai di sini. Ia berharap bisa terus berkembang dan mengejar mimpi-mimpinya di dunia basket.

Terakhir, Selin memberikan pesan untuk anak-anak muda yang sedang mengejar mimpi sejak dini.

“Jangan pernah menyerah dalam kegagalan. Awal kegagalan adalah jalan menuju kesuksesan. Coba lagi dan terus tingkatkan kualitas diri,” pesan Selin. (Ceci)

Responsive Images

You cannot copy content of this page