Dua Mahasiswa KKN-PPM UGM Dinyatakan Meninggal dalam Musibah Perahu Terbalik di Maluku Tenggara, Jenazah Mulai Dipulangkan

Avatar of Redaksi
IMG 20250702 WA0066
Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Pengabdian Masyarakat UGM Arie Sujito saat jumpa pers Rabu (2/7/2025). (Hadid Husaini for kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan dua mahasiswanya yang sedang Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tergulingnya perahu Long Boat di perairan Debut, Maluku Tenggara, Selasa (1/7/2025).

Hal tersebut dipastikan setelah mahasiswa atas nama Bagus Adi Prayogo telah berhasil dievakuasi pada Selasa malam pukul 22.00 WIT.

Sementara mahasiswa atas nama Septian Eka Rahmadi sebelumnya sudah berhasil ditemukan dan meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Pengabdian Masyarakat UGM Arie Sujito menyampaikan dalam pencarian mahasiswa yang tenggelam saat menjalani masa pengabdian di Pulai Manyew tersebut dalam pencarian tersebut dibantu oleh Tim SAR dan masyarakat setempat.

“Malam harinya pencarian secara swadaya waktu itu pelibatan warga tempat dan pemerintah membantu kelancaran evakuasi. Beberapa mahasiswa yang berhasil selamat masih dalam penanganan medis,” katanya saat jumpa pers di Fortakgama, Balairung, Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Rabu (2/7/2025).

Arie menyampaikan pihaknya terus melakukan pendampingan kepada siswa terdampak dan kepada keluarga korban. Ia menyampaikan bahwa kedua mahasiswanya yang gugur dalam KKN telah menjalankan amanah intelektual.

Kedua jenazah disebutnya telah dipulangkan dengan pesawat terbang dengan Septian Eka Rahmadi menuju Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bagus Adi Prayogo menuju ke Bojonegoro, Jawa Timur.

Kepulangan jenazah disebutnya juga telah dibantu oleh KAGAMA daerah dan Bupati Maluku Tenggara.Kejadian tersebut dikatakan Arie akan dijadikan sebagai evaluasi ke depan dalam pelaksanaan KKN-PPM di daerah.

“Kecelakaan ini di luar dugaan, peristiwa ini menjadi bagian pembelajaran bagi kita untuk terus berbenah,” ujar Arie

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Pengabdian Masyarakat UGM Djarot Heru Santoso menyampaikan dalam kejadian tersebut sebanyak 7 mahasiswa UGM yang ada dalam perahu Long Boat didampingi oleh 5 warga setempat tengah mengangkut pasir dari Pulau Wahru.

Tujuan pengambilan pasir tersebut disebutnya untuk membuat terumbu karang buatan dan pembangunan tempat sampah dengan metode Artificial Patch Reef (APR). Disebutnya perjalanan menuju pulau tersebut memakan waktu 15 hingga 20 menit.

Adapun pengambilan pasir pertama dengan muatan 35 karung pasir dan 5 orang. Sedangkan angkutan kedua membawa 16 karung pasir dan 12 orang. Dari perbandingan tersebut ia menyampaikan beban angkutan kedua menurutnya masih lebih aman.

“300 meter berjalan dari bibir pantai setelah mengambil 16 karung pasir, tiba-tiba badai datang. Awalnya cukup ringan dan tidak ada masalah. Ombak naik hingga 2,5 meter dan perahu (long boat) terbalik. 12 orang ini berenang mencapai bibir pantai 300 meter itu ada yang panik sehingga kedua mahasiswa kami ada yang ketinggalan,” katanya.

Ia menyampaikan 5 mahasiswa selamat usai kejadian tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, sedangkan 2 lainya tenggelam. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page