Indonesia-Rusia Tingkatkan Kerja Sama Digital: Prabowo dan Putin Saksikan Momen Bersejarah

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 06 20 at 9.21.20 AM
Prosesi serah terima penyerahan dokumen Memorandum Saling Pengertian (MoU) antara Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Federasi Rusia, Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, Rusia, Kamis (19/6/2025). Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menyatakan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi segera masuk tahap pelaksanaan. (Kemkomdigi)

St. Petersburg, Kabarterdepan.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin secara langsung menyaksikan dimulainya implementasi kerja sama strategis di bidang digital antara kedua negara. Momen penting ini menandai langkah maju dalam kolaborasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) antara Indonesia dan Rusia.

Acara bersejarah ini berlangsung di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, di mana prosesi pertukaran sejumlah dokumen kerja sama bilateral dilakukan. Pertukaran dokumen ini menjadi simbol komitmen kuat kedua negara untuk memperluas jangkauan kolaborasi mereka di sektor digital yang krusial.

Salah satu dokumen utama yang dipertukarkan adalah Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dengan Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Federasi Rusia.

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menyatakan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi segera masuk tahap pelaksanaan.

“Indonesia dan Rusia sepakat membentuk Sub-Komite Khusus sebagai penggerak utama program digital bersama, termasuk pelatihan SDM, pertukaran teknologi, dan inisiatif konten media kolaboratif,” ujar Meutya, Kamis (19/6/2025).

Kolaborasi itu mencakup pengembangan jaringan 5G, Internet of Things (IoT), tata kelola spektrum frekuensi radio, penguatan keamanan siber, serta penyusunan kebijakan internet yang inklusif. Selain itu, program kerja sama juga melibatkan produksi konten digital, seminar bilateral, dan pertukaran riset antar-lembaga.

Rusia dinilai sebagai mitra strategis karena keberhasilannya menghadirkan layanan internet cepat dan terjangkau bagi 92 persen penduduknya. Tarif broadband rumah di Rusia berkisar Rp95.000–Rp160.000 per bulan, sebuah pencapaian yang menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam menjangkau wilayah 3T.

Dokumen kerja sama ini merupakan satu dari empat nota penting yang dipertukarkan di hadapan kedua kepala negara, yang meliputi:

  1. Kerja sama pendidikan tinggi RI–Rusia,
  2. Kerja sama transportasi lintas negara,
  3. Kolaborasi Digital dan Media Massa,
  4. Nota Kesepahaman investasi antara Badan Pengelola Investasi DANANTARA dan mitra Rusia.

Seluruh pertukaran ini diperkuat oleh penandatanganan Deklarasi Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia, yang menjadi tonggak penting arah baru hubungan bilateral kedua negara dalam menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi digital global.

“Diplomasi digital Indonesia kini bergerak nyata. Kami ingin hasil konkret yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain aktif dalam lanskap digital dunia,” tegas Meutya Hafid.

Nota kesepahaman itu berlaku lima tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis, menciptakan fondasi jangka panjang untuk transformasi digital Indonesia yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

MoU ini, yang sebelumnya telah ditandatangani oleh pejabat tinggi dari kedua belah pihak, menjadi payung hukum bagi berbagai inisiatif dan program kolaboratif di masa mendatang. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page