
Malang, Kabarterdepan.com – Di era digital yang semakin terhubung dan rentan terhadap serangan siber, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan informasi.
Hal inilah yang mendasari diselenggarakannya Pelatihan Cyber Hero Level Advance bertajuk “Threat Detection and Incident Response” di SMK Telkom Malang.
Kegiatan yang berlangsung mulai 16 hingga 18 Juni 2025 tersebut, bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian penting dari agenda nasional memperkuat ketahanan siber melalui pembentukan individu-individu terlatih yang siap menghadapi ancaman digital yang kian kompleks.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa pelatihan semacam ini sangat relevan di tengah pesatnya transformasi digital di masyarakat.
“Penetrasi internet di Jawa Timur telah mencapai 82 persen. Ini menggambarkan meningkatnya aktivitas digital masyarakat. Namun, semakin tingginya konektivitas juga membuka celah baru terhadap potensi ancaman siber yang tidak bisa kita abaikan,” ujarnya.
Sherlita menyebut pelatihan Cyber Hero sebagai langkah konkret untuk memastikan masyarakat tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menjadi pelindung ruang digitalnya sendiri.
Ia mendorong agar setiap peserta mampu menjadi pionir literasi dan respons keamanan siber di lingkungan masing-masing.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibekali keterampilan deteksi ancaman (threat detection) dan respons insiden siber (incident response) secara langsung.
Mereka juga didorong untuk berpikir strategis dalam membangun sistem pertahanan digital yang proaktif, baik di instansi pemerintahan, sektor swasta, hingga komunitas.
Sementara, Rahmat Dwi Jatmiko, Kepala SMK Telkom Malang, menambahkan bahwa pelatihan ini adalah investasi jangka panjang dalam membentuk garda terdepan pertahanan siber nasional.
“Para peserta kami siapkan agar menjadi agen perubahan di bidang keamanan digital. Mereka diharapkan membawa perubahan nyata di institusi masing-masing dengan membangun sistem keamanan yang adaptif dan tangguh terhadap gangguan,” katanya.
Ke depan, sinergi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, pendidikan, hingga komunitas TI akan menjadi fondasi kuat membangun ekosistem digital nasional yang aman dan berkelanjutan.
Pelatihan Cyber Hero menjadi bagian vital dari gerakan besar ini, dengan mencetak generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga siap membela ruang digital Indonesia. (ADV)
