Perkuat Mitigasi Bencana, BMKG Resmikan Pusat InaTEWS Baru

Avatar of Lintang
image 40
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membangun fasilitas operasional Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang berlokasi di Kuta, Bali. (Humas Tribrata Polri)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat sistem peringatan dini tsunami nasional. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana seperti gempa tektonik, longsor bawah laut, dan aktivitas vulkanik.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas operasional pendeteksian bencana di Bali merupakan inovasi teknologi terbaru dalam sistem peringatan dini tsunami nasional yang dihadirkan pemerintah.

Fasilitas operasional Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang berlokasi di Kuta, Bali, ini dibangun dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia melalui proyek Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP).

“Inisiatif ini bukan hanya reaktif terhadap bencana yang sudah terjadi, tapi juga dirancang sebagai langkah antisipatif untuk melindungi masyarakat pesisir dari ancaman tsunami di masa depan,” ujar Kepala BMKG, Selasa (17/6/2025).

Ia menjelaskan pengalaman dari peristiwa tsunami Palu dan Krakatau pada 2018 menjadi pelajaran penting bahwa sistem peringatan dini tidak boleh hanya fokus pada satu jenis pemicu. Kedua bencana tersebut memperlihatkan bahwa longsoran bawah laut dan letusan gunung berapi juga bisa memicu tsunami besar.

Gedung baru InaTEWS didesain menyerupai udeng, pengikat kepala khas Bali, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.

Bangunan tersebut juga dilengkapi dengan teknologi pemantauan dan pengolahan data tsunami terkini, serta menjadi pusat operasional cadangan jika fasilitas utama terganggu saat bencana.

“Apabila terdapat gejala alam yang berpotensi menimbulkan bencana, data dan analisa dari BMKG akan langsung disampaikan ke BNPB, pemerintah daerah, hingga negara-negara ASEAN. Selanjutnya BNPB bertindak untuk penanggulangan dan pengurangan risiko,” jelas Kepala BMKG.

Penguatan sistem di hulu ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2019, yang menugaskan BMKG dalam pemantauan fenomena alam dan penyampaian peringatan dini.

Kepala BMKG berharap fasilitas BMKG ini dapat menjadi bagian penting dalam sistem nasional peringatan dini tsunami yang adaptif terhadap berbagai jenis bencana. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page