86 Koperasi Desa Merah Putih di Sleman Didorong Tonjolkan Potensi, Bakal Punya 7 Gerai Berbeda

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 06 04 at 19.19.49 612c5291
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sleman Tina Hastani saat diwawancarai wartawan terkait Koperasi Desa Merah Putih di Pendopo Parasamya Pemda Sleman, Beran, Tridadi, Sleman, DIY, Rabu (4/6/2025). (Hadid Husaini / Kabarterdepan.com)

Sleman, Kabarterdepan.com – Sebanyak 38 Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk untuk memberdayakan masyarakat dan potensi khusus di masing-masing desa.

Hingga saat ini, setiap koperasi masih dilakukan pendampingan oleh pemerintah daerah terutama dalam pembentikam badan hukum.

“Pak Bupati (Harda Kiswaya) telah memberikan arahan kepada seluruh lurah dan panewu untuk percepatan Koperasi Merah Putih,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sleman, Tina Hastani, dalam jumpa pers di Pendopo Parasamya Pemda Sleman, Beran, Tridadi, Sleman, DIY, Rabu (4/6/2025).

Yang membedakan Koperasi Desa Merah Putih dengan Koperasi Unit Desa (KUD) disebutnya terletak pada pengelolaanya yang dimaksimalkan oleh sumberdaya masyarakat desa itu sendiri, atau sesuai dengan domisili.

“Anggota harus 1 desa, kalau KUD lintas desa masih bisa. Ini harapan untuk kemajuan potensi dari desa itu,” katanya.

Ia menyampaikan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No.9 Tahun 2025 koperasi tersebut lebih menonjolkan terkait potensi yang dimiliki desa.

“Sesuai Inpres gerai ke-7 sesuai potensi desa, ada yang desa wisata, PAM (Pengelolaan Air Mineral) desa dan sebagainya,” jelasnyam

Ia menyampaikan koperasi tersebut dibentuk dimulai dengan digelarnya Musyawarah Kalurahan Khusus (Muskalsus) yang diikuti oleh sejumlah elemen masyarakat di setiap desa.

Nama setiap koperasi disebut seragam dengan ditambahi nama desa di belakangnya sebagai pembeda. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Gubernur DIY No. 5 Tahun 2025.

Dari rata-rata koperasi merah putih yang didirikan merupakan bentukan baru yang belum memiliki modal.

Semenatara 3 diantaranya koperasi yang ada di Kalurahan Sinduadi Mlati, Sidomulyo Godean, dan Tamanmartani disepakati hanya dilakukan pengembangan dari koperasi sebelumnya.

Ketiga koperasi yang telah sustain tersebut disebutkan juga menjadi pilot project bagi pendirian Desa Merah Putih secara nasional.

Sediakan 7 Gerai Berbeda

Nantinya, koperasi tersebut akan menampung 7 gerai berbeda diantaranya untuk sembako, simpan-pinjam, klinik desa, apotek desa, pergudangan, logistik dan potensi khusus desa.

Terkait dengan gerai potensi khusus, Pemkab Sleman akan membantu memberikan pelatihan dalam menciptakan produk mempromosikan ke pasar yang lebih luas.

Pemkab Sleman juga memberikan bantuan pendirian koperasi dengan ikut menyiapkan akta notaris kepada 86 koperasi.

“Ini supaya koperasi baru yang berdiri tidak terbebani biaya notaris,” ujarnya.

“12 Juni diharapkan semua koperasi berbadan hukum diserahkan secara keseluruhan oleh bapak bupati Sleman,” katanya.

Modal Koperasi Desa Merah Putih

Tina menuturkan jika modal awal koperasi tersebut berasal dari simpanan wajib yang dipungut dari setiap anggota yang mendaftar.

“Rata-rata setiap anggota membayar Rp100 – Rp500 ribu per orang untuk menjadi anggota koperasi,” katanya.

Ia menyebut dari koperasi yang sudah berdiri rata-rata modal awalnya dari anggota mencapai Rp5 juta.

Selain itu, koperasi juga dapat mengajukan pinjaman di Bank Himbara untuk menguatkan permodalan. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page