Diresmikan 2022, Kabupaten Blora Direncakan Dapat Aliran Bendungan Randugunting Tahun 2027

Avatar of Redaksi
IMG 20250604 WA0135
Bendungan Randugunting (Kementerian PUPR for kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com – Kabupaten Blora akan mendapatkan alokasi air bersih dari Bendungan Randugunting, dengan jumlah paling besar, dibanding dua kabupaten lainnya yang sudah mendapatkan saat ini, yakni Kabupaten Pati dan Rembang.

Rencananya, suplai air tersebut akan mengaliri tiga kecamatan terdekat dari bendungan Randugunting, yaitu Kecamatan Japah, Kunduran dan Ngawen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Blora, Mahbub Junaidi, menjelaskan, saat ini Bendungan Randugunting sudah menyuplai air ke Kabupaten Pati dan Rembang. Karena distribusi air lintas kabupaten, pengelolaannya berada di bawah PDAM Provinsi Jawa Tengah.

“Bendungan Randugunting melayani beberapa kabupaten, jadi yang mengelola adalah PDAM provinsi. PDAM Blora nantinya akan membeli dari PDAM provinsi,” ujar Mahbub, Rabu (4/6/2025).

Menurut Mahbub, pembangunan jaringan distribusi air bersih, akan dikerjakan langsung oleh PDAM Provinsi Jawa Tengah. Namun hingga kini, jadwal pembangunan jaringan air di Kabupaten Blora belum diketahui.

“Kalau tidak salah, pembangunan jaringan distribusinya baru akan dimulai tahun 2027,” tambahnya.

Mahbub mengungkapkan, Kabupaten Blora telah mengajukan permintaan alokasi air sebanyak 100 liter per detik. Sementara, saat ini Kabupaten Pati dan Rembang masing-masing hanya mendapatkan 50 liter per detik.

“Air bersihnya akan dialirkan sampai ke Kecamatan Japah, Ngawen, dan Tunjungan,” sambung Mahbub.

Sementara itu, Humas PDAM Tirta Amerta Blora, Nanang Fahru, menyebutkan alokasi 100 liter per detik tersebut, mampu menyuplai kebutuhan sekitar 8.000 kepala keluarga (KK) yang berada di jalur distribusi.

“Sekitar 8.000 KK akan mendapat manfaat dari aliran air 100 liter per detik itu,” jelas Nanang.

Nanang menambahkan, lokasi Bendungan Randugunting yang berada di elevasi lebih tinggi, membuat distribusi air dapat dilakukan dengan sistem gravitasi. Bahkan, ia memperkirakan aliran air bisa menjangkau hingga enam kecamatan di Blora.

“Karena posisi Randugunting lebih tinggi, air bisa mengalir hingga Kecamatan Ngawen, Kunduran, Japah, Banjarejo, Tunjungan, bahkan sampai Blora Kota,” terang Nanang.

Namun, sambung Nanang, jika dibutuhkan tekanan lebih besar, penambahan pompa pendorong mungkin akan diperlukan untuk distribusi air.

“Kalau butuh tekanan lebih, tinggal tambahkan pompa pendorong saja,” imbuhnya.

Sebagai informasi tambahan, pembangunan Bendungan Randugunting menghabiskan anggaran Rp880 miliar. Proyek dimulai pada 2018 dan diresmikan pada awal tahun 2022.

Dalam laman resmi Presiden Republik Indonesia disebutkan, bendungan ini memiliki kapasitas tampung air sebesar 14,4 juta meter kubik. Selain menyediakan air baku sebanyak 200 liter per detik, bendungan ini juga dapat mengairi sekitar 650 hektare sawah di tiga kabupaten, serta berfungsi sebagai pengendali banjir dengan kapasitas reduksi 81,42 meter kubik per detik.(Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page