Pemkab Mojokerto Luncurkan 120 Koperasi Desa Merah Putih, Terbanyak Se-Indonesia

Avatar of Redaksi
IMG 20250516 WA0018
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra serahkan dokumen koperasi desa merah putih kepada ketua notaris Indonesia cabang Mojokerto. (Innka Cristy Natalia/kabarterdepan.com) 

Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto resmi meluncurkan 120 Koperasi Desa Merah Putih di Pendopo Graha Maja Tama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/05/2025).

Peluncuran ini menjadikan Kabupaten Mojokerto sebagai daerah dengan jumlah Koperasi Desa Merah Putih terbanyak di Indonesia.

Sebanyak 19 koperasi telah memperoleh badan hukum, 17 koperasi masih dalam proses pendaftaran, 12 koperasi menjalani tahapan administrasi notaris, dan 72 koperasi tengah menunggu proses verifikasi dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto.

Peluncuran ini dihadiri Direktur Bisnis Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM) Kristianto Soedarmono, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa, serta perwakilan dari Perum BULOG dan PT Pupuk Indonesia.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi daerah dalam memperkuat ekonomi berbasis desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah juga memperkenalkan aplikasi Superapps Mojocakti dan e-Office Desa Digital Service untuk memudahkan pelayanan publik di tingkat desa.

Penyerahan badan hukum dilakukan oleh notaris kepada Ketua Koperasi Merah Putih Desa Gayam dan Puloniti, Kecamatan Bangsal. Bupati Mojokerto juga menyerahkan dokumen koperasi kepada Ketua Ikatan Notaris Indonesia Kabupaten Mojokerto sebagai simbol komitmen bersama.

Selain itu, dilakukan penandatanganan kesepakatan antara Pemkab Mojokerto dan Perum BULOG dalam sinergi penguatan sistem pangan serta kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Koperasi Merah Putih ini adalah instrumen penting dalam memperkuat ekonomi rakyat, memberikan akses pembiayaan murah, dan memberdayakan UMKM serta potensi desa secara menyeluruh,” ujar Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra.

Ia menambahkan bahwa koperasi desa akan memudahkan distribusi kebutuhan pokok, termasuk beras dan pupuk, langsung dari koperasi kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan koperasi tidak hanya menjadi wadah ekonomi, tetapi juga sebagai sarana distribusi pangan yang efisien. Pemerintah daerah akan terus mendorong pelatihan dan digitalisasi sistem agar koperasi dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga desa. (Adv)

Responsive Images

You cannot copy content of this page