Pengendara Moge Ngamuk Usai Tabrakan di Banjarnegara, HDCI Angkat Bicara

Avatar of Redaksi
Potret Sekjen HDCI Pusat, Husdi Karyono (kiri) dan cuplikan video tabrakan moge dengan pikap di Pasar Ikan Purwonegoro (kanan). (Redaksi / Kabarterdepan.com)
Potret Sekjen HDCI Pusat, Husdi Karyono (kiri) dan cuplikan video tabrakan moge dengan pikap di Pasar Ikan Purwonegoro (kanan). (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Banjarnegara, Kabarterdepan.com – Sebuah video yang memperlihatkan beberapa pengendara motor gede (moge) jenis Harley Davidson marah-marah usai terlibat kecelakaan dengan mobil pikap viral di media sosial.

Insiden itu terjadi di depan Pasar Ikan Purwonegoro, Kecamatan Purwonegoro, Banjarnegara, Sabtu (3/5/2025) siang.

Moge berwarna hitam tersebut diketahui bertabrakan dengan mobil pikap yang hendak keluar dari area parkir pasar. Setelah tabrakan, suasana langsung memanas.

Moge Diasosiasikan HDCI

Kerap kali moge diasosiasikan dengan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Namun, pihak HDCI dengan cepat memberikan klarifikasi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) HDCI Pusat, Husdi Karyono, menegaskan bahwa pengendara moge dalam video tersebut bukan bagian dari keanggotaan HDCI.

“Itu yang pasti bukan HDCI. Saya tidak mau menanggapi langsung terkait dengan viralnya video itu. Kita mengapresiasi stakeholder yang ada di wilayah Jawa Tengah,” ujar Husdi saat dikonfirmasi, Kamis (8/5/2025).

Lebih lanjut, Husdi menjelaskan bahwa pengendara moge tersebut akan menghadiri BIBW 2025 yang diselenggarakan oleh Pengda Jateng, meskipun ketiga motor yang terlibat dalam insiden tersebut merupakan moge jenis Harley, kemungkinan tak satupun dari pengendaranya bagian dari keanggotaan HDCI.

“Tiga-tiganya memang motornya Harley, tapi itu bukan anggota HDCI. Rencananya mereka ini akan hadir di acara BIBW, karena kita mengundang seluruh klub yang ada di Indonesia baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” jelasnya.

Meski demikian, HDCI tetap menunjukkan empatinya terhadap para korban dalam insiden ini.

“Kita pasti dengan kejadian ini kepada sesama biker kita cukup berempati. Kita sudah mengunjungi rekan-rekan yang dirawat karena kita sebagai penyelenggara mengundang mereka untuk hadir di acara kita,” kata Husdi.

Terkait proses hukum, HDCI memilih untuk tidak ikut campur namun mendukung penuh penegakan hukum atas insiden tersebut.

“Terkait dengan proses hukum, kita tidak masuk ke dalam ranah itu. Jika ada intervensi apapun dari pihak organisasi, kami mendukung proses hukum ini berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Husdi juga mengungkap bahwa dua orang korban mengalami luka berat, salah satunya bahkan harus menjalani amputasi akibat pendarahan hebat.

“Dua korban cukup parah, malah satu korban harus diamputasi. Pendarahan yang cukup hebat, pembuluh darahnya putus,” ungkapnya.

Menurutnya setiap kejadian selalu menjadi pelajaran penting bagi HDCI agar semakin memperkuat komitmen terhadap keselamatan dalam setiap kegiatannya.

“HDCI dalam berkegiatan harus menunjukkan komitmennya sebagai HDCI hebat, HDCI yang berkegiatan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Ini justru buat kami pembelajaran dan lesson learned yang baik. Kita selalu berupaya zero accident dalam berkegiatan, walaupun memang sulit dicapai,” beber Husdi.

Husdi juga menegaskan pentingnya keselamatan berkendara sebagai syarat mutlak dalam komunitas HDCI.

“Kita selalu tekankan bahwa salah satu syarat untuk HDCI adalah telah lulus safety riding yang diselenggarakan oleh organisasi. Keselamatan itu bukan cuma cari selamat loh. Tapi juga memberikan ruang kepada masyarakat, kepada sekitar,” tegasnya.

Selain itu, Husdi membeberkan kondisi korban yang kini perlahan membaik.

“Dua korban luka berat, satu harus diamputasi, satu baru saja siuman setelah sempat koma. Di CT scan juga sudah normal,” pungkas Husdi. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page