Affan Haris, Finalis Duta GenRe Kota Mojokerto 2025 yang Punya Program “OBAH”

Avatar of Redaksi
MEITU 20250502 162824036
Finalis Duta GenRe Kota Mojokerto 2025, Affan Haris Wardana. (@genrekotamojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Di tengah semangat para remaja Kota Mojokerto untuk menjadi generasi yang berdaya dan berkarakter, muncul sosok inspiratif yang tak hanya aktif di sekolah, tapi juga giat menyuarakan edukasi kesehatan remaja.

Dialah Affan Haris Wardana, salah satu finalis Duta GenRe Kota Mojokerto 2025 yang berhasil lolos 8 besar.

Siapa sebenarnya Affan Haris? Yuk, kita kenalan lebih dekat!

Tekuni Berbagai Hobi

Affan lahir dan dibesarkan dalam keluarga sederhana yang menjunjung tinggi nilai pendidikan dan agama. Sebagai anak kedua dari dua bersaudara, Affan telah terbiasa hidup mandiri dan bertanggung jawab sejak kecil. Kini, ia duduk di bangku SMA dan aktif di berbagai kegiatan, baik akademik maupun non-akademik.

Salah satu organisasi yang sangat ia tekuni adalah PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), di mana ia menjadi ujung tombak dalam menyebarkan edukasi seputar perencanaan masa depan dan kesehatan reproduksi.

Meski jadwal sekolahnya padat, Affan tetap menyempatkan diri menekuni hobinya, seperti olahraga pengembangan diri, bermain game, hingga membuat konten edukatif di media sosial. Dari aktivitas-aktivitas tersebut, Affan menjadikan dirinya sebagai remaja yang tidak hanya produktif tetapi juga inspiratif.

Dorongan Ikut Duta GenRe

Bagi Affan, menjadi Duta GenRe bukan sekadar gelar atau prestise. Ia melihat peran ini sebagai tanggung jawab besar untuk menjadi contoh nyata bagi teman-teman sebayanya.

“Remaja adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan dengan baik. Saya ingin menjadi role model bagi teman-teman sebaya saya agar mereka bisa membuat keputusan hidup yang tepat, menjauhi pernikahan dini, seks bebas, dan narkoba,” ungkapnya

Duta GenRe, Affan ingin terus menyuarakan nilai-nilai tersebut, menjangkau lebih banyak remaja, dan mengedukasi melalui pendekatan yang lebih segar dan relevan.

Perjalanan dan Tantangan Duta GenRe

Menjadi finalis Duta GenRe tentu bukan perjalanan yang mudah. Affan memulai proses seleksi dari tingkat sekolah, kemudian berlanjut ke tingkat kota, hingga akhirnya mencapai tahap grand final. Ia harus melewati berbagai tahapan, mulai dari wawancara, unjuk bakat, presentasi program kerja, hingga sesi public speaking.

Salah satu tantangan terberat baginya adalah menjaga kondisi mental dan fisik selama proses karantina dan seleksi yang padat, sambil tetap menunaikan tanggung jawab akademik di sekolah. Namun, semua itu justru menjadi pengalaman berharga dalam mengasah kemampuan manajemen waktu dan ketahanan diri.

Momen Berkesan

Dari sekian banyak pengalaman, pelatihan karantina dan city tour menjadi momen paling berkesan bagi Affan. Ia bertemu dengan remaja-remaja luar biasa dari berbagai penjuru Mojokerto, berbagi cerita, ide, dan semangat perjuangan.

“Kebersamaan dan gotong royong yang terjalin selama pelatihan itu menjadi hal yang sangat membekas di hati saya,” katanya.

Pembelajaran Sepanjang Proses

Selama pelatihan Duta GenRe, Affan mengaku mendapatkan banyak sekali pelajaran. Dari kemampuan berbicara di depan umum, kepemimpinan, manajemen program, hingga pentingnya komunikasi efektif saat menyampaikan edukasi. Lebih dari itu, ia juga belajar mengenali diri sendiri, meningkatkan empati, dan memegang teguh nilai integritas.

Sosok Inspiratif

Di balik semangat juangnya, terdapat sosok yang sangat berarti bagi Affan yaitu ibunya.

“Beliau adalah sumber kekuatan saya. Meski saya lelah atau hampir menyerah, beliau selalu percaya saya bisa. Dari beliau saya belajar bahwa keberhasilan bukan hanya soal juara, tapi soal dampak yang kita berikan bagi orang lain,” ungkapnya.

Visi Misi

Sebagai finalis Duta GenRe, Affan membawa visi besar: mewujudkan remaja yang berdaya, berkarakter, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Misinya terdiri dari:

  1. Meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja.
  2. Menumbuhkan budaya komunikasi sehat dalam keluarga.
  3. Mendorong keterlibatan remaja dalam program PIK-R secara aktif.

Program unggulannya yang bernama “OBAH” (Olahraga Bareng Generasi Hebat) menggabungkan kegiatan olahraga bersama dengan edukasi tentang pola makan sehat dan kesehatan reproduksi. Program ini bertujuan untuk mengurangi kasus anemia di kalangan remaja Kota Mojokerto sekaligus memperkuat semangat hidup sehat.

Peduli Isu Pernikahan Dini

Affan memberikan perhatian khusus pada isu pernikahan dini. Baginya, ini adalah persoalan serius yang bisa menghambat pendidikan, meningkatkan risiko kekerasan dalam rumah tangga, hingga memperbesar angka kemiskinan. Ia ingin mengedukasi remaja dan orang tua tentang pentingnya merencanakan kehidupan berkeluarga secara matang.

Harapan untuk Generasi Muda

Affan mengajak para remaja tidak hanya menjadi penonton tetapi juga harus turut serta melakukan perubahan.

“Gunakan masa muda kita untuk hal-hal positif, terus belajar, dan jangan pernah takut bermimpi besar. Karena masa depan bangsa ada di tangan kita,” pungkasnya.

Tentang Duta GenRe

Program Duta GenRe (Generasi Berencana) merupakan bagian dari inisiatif nasional yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini bertujuan untuk mencetak remaja yang mampu menjadi teladan dalam penerapan pola hidup sehat, produktif, serta memiliki perencanaan masa depan yang matang.

Duta GenRe dipilih melalui seleksi ketat di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Mereka diharapkan mampu mengedukasi teman sebaya terkait pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, serta bahaya seks bebas dan HIV/AIDS.

Sebagai Duta GenRe, remaja terpilih bertugas untuk menjadi role model dalam menerapkan pola hidup sehat, menghindari perilaku berisiko seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, serta mengampanyekan pentingnya perencanaan pendidikan, karier, dan keluarga.

Dengan membawa semangat perubahan, Duta GenRe berkomitmen menjadi motor penggerak lahirnya Generasi Emas 2045, selaras dengan visi Indonesia untuk menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global. (Tim Redaksi)

Responsive Images

You cannot copy content of this page