ASN di Blora Bingung, Gaji Bulan Mei Sempat Terpotong

Avatar of Redaksi
gaji asn blora sempat terpotong
ILUSTRASI : Bupati Blora Arief Rohman berfoto dengan jajaran ASN di lingkungan Pemkab Blora (Dokumen Pemkab Blora)

Blora, Kabarterdepan.com – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Blora sempat mengalami pemotongan gaji tanpa penjelasan yang jelas pada penerimaan awal Mei 2025.

Hal ini sempat menimbulkan kebingungan di kalangan ASN, karena tidak ada pemberitahuan atau rincian tagihan yang menjadi penyebabnya.

Ita, salah satu ASN di Kabupaten Blora, mengatakan bahwa gajinya terpotong sekitar Rp94 ribu. Meskipun jumlahnya kecil, ia tetap merasa heran karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Iya (terjadi pemotongan), terpotong sekitar Rp 94 ribuan,” Singkat Ita, Kamis (1/5/2025).

Pemotongan tersebut ternyata tidak hanya dialami oleh Ita. ASN lain, Soni, mengaku gajinya terpotong, bahkan terjadi dua kali.

Ia mengaku, setiap pemotongan yang terjadi sebesar Rp220 ribu, sehingga total pemotongan yang ia terima mencapai Rp440 ribu.

“Saya terpotong dua kali, totalnya Rp440 ribu,” kata Soni.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKDSDM) Blora, Heru Eko Wiyono, mengaku tidak mengalami pemotongan pada gaji yang ia terima.

Namun, Heru telah meminta seluruh pegawai BKDSDM untuk melaporkan kasus serupa agar segera ditindaklanjuti ke pihak bank.

“Gaji adalah hak pegawai. Jika ada kendala, harus dilaporkan agar pegawai menerima gaji secara penuh. Saya sudah minta pegawai untuk menyimpan bukti pemotongan yang terjadi,” jelas Heru.

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, potongan gaji yang terjadi telah dikoreksi, dan dana yang sempat terpotong telah dikembalikan kepada beberapa ASN.

Ditempat lain, Pimpinan Bank Jateng Cabang Blora, Djoko Salbiyanto, mengakui adanya pemotongan gaji ASN di Kabupaten Blora.

Lalu, ia menjelaskan insiden ini terjadi akibat gangguan teknis saat pembaruan sistem. Ia memastikan bahwa masalah tersebut sudah diperbaiki.

“Ada kesalahan teknis saat sistem diperbarui, dan sekarang sudah kami perbaiki,” ujar Djoko.

Djoko mengakui atas insiden itu, hampir seluruh ASN di Blora terdampak. Namun ia mengaku sudah dilakukan tindakan cepat, sehingga seluruh pemotongan yang terjadi dikembalikan.

“Semua pemotongan yang terjadi sudah kami kembalikan. Saat ini sudah clear,” tegasnya.

Sebagai informasi, jumlah ASN di Kabupaten Blora tercatat mencapai sekitar 10.000 orang, yang terdiri dari PNS maupun PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora.(Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page