
Kota Batu, Kabarterdepan.com – Setelah berita viral insiden kecelakaan wahana Pendulum 360 di Jatim Park Group Kota Batu, terungkap fakta telah beberapa kali terjadi peristiwa serupa.
Sebelumnya, kasus lain juga pernah terjadi di wahana Tornado yang macet hingga insiden anak TK dicakar anak harimau di Jatim Park 2.
Rentetan kejadian ini memunculkan pertanyaan soal keselamatan wahana di destinasi wisata favorit Jawa Timur itu.
Insiden pertama yang pernah terjadi adalah wahana Flying Tornado di Jatim Park 1 mengalami gangguan teknis pada 26 Januari 2008.
Sebanyak 30 pengunjung yang tengah menikmati wahana itu mendadak panik setelah wahana berhenti di tengah permainan.
Evakuasi para pengunjung dilakukan secara manual selama sekitar 1,5 jam. Beruntung, seluruh penumpang berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat.
“Asumsi kami, penyebabnya adalah penurunan daya listrik yang menggerakkan motor penggerak wahana,” jelas Slamet Budi Wahano, Asisten Manager Jatim Park 1 saat itu.
Slamet menepis dugaan bahwa wahana tersebut rusak. Menurutnya, pihak pengelola selalu melakukan pengecekan berkala terhadap seluruh wahana.
Salah satu korban, Yulia Alindra (20), mengaku sempat syok saat kejadian. “Saya berada di atas saat tiba-tiba berhenti. Sempat mau pingsan karena takut,” ujarnya.
Sebagai bentuk permintaan maaf, pengelola memberikan cenderamata berupa payung kepada seluruh korban yang terjebak di wahana.
Selanjutnya, peristiwa bocah TK berinisial TAP dicakar anak Harimau Benggala di Jatim Park 2 pada Selasa 14 Maret 2027 silam, juga cukup menghebohkan media sosial kala itu.
Kronologi awal, korban dan rombongannya tengah berkunjung dalam kegiatan darmawisata di Jatim Park 2.
Korban diketahui meninggalkan barisan dan mendekati area di mana anak harimau dirantai untuk sesi foto.
Saat bersamaan, sekelompok remaja datang sambil berlari dan membuat gaduh. Diduga karena panik, harimau tersebut mencakar TAP yang berada terlalu dekat.
Korban mengalami luka di bagian dada dan punggung, kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan medis. Meski demikian kondisi TAP segera membaik.
Pihak Jatim Park 2 menyatakan bahwa kejadian ini merupakan kecelakaan yang tidak bisa dihindari.
“Kami akan bertanggung jawab penuh atas pengobatan korban. Evaluasi juga akan dilakukan bersama BKSDA,” kata perwakilan manajemen Jatim Park 2 kala itu.
Kini, kasus terbaru sedang dalam penanganan Sat Reskrim Polres Batu. Kelanjutan apakah akan ada penetapan tersangka atau tidak, masih menunggu proses hukum. (doi)
