
Sleman, kabarterdepan.com – Kebijakan tarif impor Presiden Amerika serikat Donald Trump berdampak lesunya peluang ekonomi yang terjalin dengan daerah dari negara yang terdampak kebijakan tersebut.
Secara mikro, kebijakan yang diambil tersebut turut berdampak juga kepada daerah yang selama ini memiliki jalinan dengan berbagai sektor dengan AS.
Pengamat politik UIN Sunan Kalijaga, Ahmad Norma Permata menilai Yogyakarta sebagai salah satu daerah yang terdampak kebijakan baru Amerika meskipun terbatas.
“Dampak kebijakan Donald Trump ke Yogyakarta ada tetapi bersifat terbatas. Misalnya pengetatan izin masuk ke Amerika mungkin akan mengganggu orang-orang Yogyakarta yang punya tujuan ke negeri tersebut,” katanya kepada Kabarterdepan.com, Senin (7/4/2025).
Amerika disebutnya juga memiliki peran besar dalam membantu berbagai lembaga-lembaga di Yogyakarta melalui support funding yang dilakukan oleh USA ID.
Kenaikan tarif impor tersebut menurutnya juga akan berdampak kepada mahasiswa yang mendapatkan beasiswa yang berkuliah di Amerika yang diberikan oleh lembaga tersebut.
“Ada kabar mahasiswa penerima beasiswa di Amerika sekarang ini hanya mendapatkan 1/3 dari jatah beasiswa bulanan yang biasanya mereka terima,” ujarnya.
Jika tidak dibarengi dengan mencari penghasilan tambahan, ia menyebut para mahasiswa yang berkuliah akan sulit untuk bisa bertahan di Amerika.
Hal tersebut berkemungkinan akan menjadikan para mahasiswa yang kuliah, terpaksa harus melepaskan beasiswa mereka dan kembali ke Indonesia.
Sementara untuk kebijakan penambahan tarif impor 10 persen dari sejumlah negara termasuk Indonesia, terkait barang-barang elektronik, sepatu dan garmen, sepertinya Yogyakarta tidak banyak terdampak.
Ia menyampaikan Yogyakarta tidak unggul di sektor-sektor tersebut. “Saya tidak tahu apakah ekspor UMKM juga berdampak, karena sepertinya tidak ada dalam daftar yang dinaikkan tarifnya,” katanya. (Hadid Husaini)
