
Internasional, Kabarterdepan.com – Ribuan warga Amerika Serikat berbondong-bondong turun ke jalan, Sabtu (5/4/2025) untuk memprotes kebijakan Presiden Donald Trump dan penasihatnya, Elon Musk.
Aksi ini berlangsung di sejumlah lokasi seperti di National Mall Park Washington DC, Midtown Manhattan, Boston Common, dan di berbagai negara bagian AS termasuk Chicago, Utah, Oakland, San Diego, Idaho, San Fransisco, Portland, Chicago, dan masih banyak lagi.
Dengan tajuk “Hands Off!”, aksi ini diorganisasi oleh lebih dari 150 kelompok, mulai dari organisasi hak-hak sipil, serikat pekerja, aktivis LGBTQ+, veteran militer, hingga penggerak reformasi pemilu. Secara keseluruhan, tercatat lebih dari 1.200 demonstrasi digelar, mencakup wilayah perkotaan hingga pedesaan.
Sebuah spanduk besar bertuliskan “HANDS OFF!” dibentangkan dekat Gedung Putih sementara massa membawa berbagai poster unjuk rasa.
Aksi ini muncul sebagai bentuk kemarahan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat, seperti pemecatan massal pegawai federal, penutupan kantor layanan sosial, deportasi imigran, pengurangan perlindungan terhadap komunitas transgender, serta pemotongan anggaran program kesehatan.
Bahkan Elon Musk, yang kini menjadi pemimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), disebut sebagai sosok kunci di balik kebijakan terjadinya pemangkasan besar-besaran. DOGE menargetkan pengurangan pengeluaran federal hingga mencapai $2 triliun (setara €1,82 triliun).
Dilansir dari The Guardian, Presiden Kampanye Hak Asasi Manusia, Kelley Robinson mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah terutama perlakuan terhadap terhadap komunitas LGBTQ+. Ia menegaskan bahwa rakyat menginginkan Amerika yang lebih adil bukan hanya segelintir pihak.
“Kami tidak menginginkan Amerika seperti ini. Kami menginginkan Amerika yang layak kami dapatkan, di mana martabat, keamanan, dan kebebasan bukan hanya milik sebagian orang, tetapi milik kita semua,” tegasnya. (Riris*)
