Lapas Mojokerto Adakan Pembinaan Rohani bagi Warga Binaan Nasrani

Avatar of Redaksi
IMG 20250306 WA0025
Warga binaan beragama Nasrani saat mengikuti program pembinaan spiritual. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto, di bawah naungan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, terus berkomitmen dalam membina kepribadian warga binaan, khususnya dalam aspek keagamaan.

Sebagai bagian dari program pembinaan spiritual, Lapas Mojokerto mengadakan kegiatan khusus bagi warga binaan beragama Nasrani, Rabu (5/3/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat iman, membangun karakter yang lebih baik, serta memotivasi warga binaan agar tetap bersemangat menjalani masa pidana dengan harapan baru.

Bertempat di aula serbaguna Lapas, acara tersebut diisi dengan sesi pembinaan rohani yang dipimpin oleh pendeta dan pembimbing rohani dari pihak eksternal yang bekerja sama dengan Lapas Mojokerto.

Acara dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pembacaan Alkitab serta penyampaian pesan moral dan motivasi untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menekankan pentingnya pembinaan keagamaan dalam proses rehabilitasi warga binaan.

“Kami percaya bahwa pembinaan spiritual memiliki peran besar dalam membentuk karakter warga binaan. Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, mereka diharapkan dapat merenungi kesalahan masa lalu dan termotivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Para peserta diajak untuk introspeksi dan mempersiapkan diri agar setelah bebas nanti dapat kembali ke masyarakat dengan mental yang lebih kuat dan sikap yang lebih positif. Salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan ini mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Kegiatan ini membuat saya lebih tenang dan semakin yakin bahwa masih ada harapan untuk memperbaiki diri. Saya merasa lebih kuat dan siap menjalani hari-hari ke depan dengan lebih baik,” katanya.

Program pembinaan keagamaan ini merupakan agenda rutin yang terus dilakukan oleh Lapas Mojokerto untuk semua warga binaan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Melalui pembinaan ini, diharapkan warga binaan tidak hanya menjalani hukuman secara fisik, tetapi juga mendapatkan pembelajaran moral dan spiritual sebagai bekal kembali ke masyarakat. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page