
Paniai, Kabarterdepan.com – Ribuan pelajar SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Paniai turun ke jalan, Senin (24/2/2025) untuk menuntut pendidikan gratis dari pemerintah. Mereka meminta Presiden Prabowo Subianto agar lebih memprioritaskan akses pendidikan gratis dibandingkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi ini berlangsung di Lapangan Karel Gobai, Enarotali, di mana para pelajar dengan tegas menyuarakan aspirasi mereka. Mereka menilai bahwa pendidikan gratis lebih penting untuk masa depan anak-anak Papua daripada sekadar program pemberian makanan.
Selain menolak MBG, massa aksi juga menyoroti eksploitasi sumber daya alam di Papua oleh pemerintah Indonesia melalui berbagai perusahaan, seperti PT Freeport di Timika.
Mereka juga mengkritik eksploitasi yang terjadi di daerah lain, seperti Nabire, Yahukimo, Paniai Degeuwo, Sorong, Merauke, Keerom, dan Manokwari. Para demonstran menegaskan bahwa eksploitasi ini tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga mengancam masa depan masyarakat Papua.
Mereka juga menolak rencana pembukaan Blok Wabu yang mengandung emas, minyak, gas, dan batu uranium. Para pelajar menganggap bahwa proyek ini hanya akan memperburuk perusakan lingkungan dan kehidupan masyarakat adat Papua.
Tak hanya itu, demonstran turut menyoroti maraknya eksploitasi hutan Papua yang mereka anggap semakin mengkhawatirkan.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa ada kecurigaan terhadap program MBG yang dinilai memiliki motif tersembunyi.
“Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam masyarakat terhadap dampak jangka panjang dari kebijakan pemerintah yang mereka anggap tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat Papua,” ujarnya. (Riris*)
