Pemerintah Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Didukung Produk Lokal

Avatar of Redaksi
SmartSelect 20250225 143314 YouTube
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (kiri) dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi (kanan). (Sekretariat Presiden / Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan program pangan dan penguatan koperasi, terutama dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan berbagai langkah strategis yang akan dilakukan kedepannya.

Peran Koperasi dalam Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa koperasi akan menjadi instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi petani di desa-desa.

“Kami baru selesai rapat dengan Pak Presiden, dan itu menyangkut bagaimana langkah-langkah soal pangan dan juga mengenai program Makan Bergizi Gratis. Termasuk peran koperasi, Kementerian Pertanian, dan sebagainya, termasuk juga percepatan-percepatan yang ingin dilakukan untuk pembangunan-pembangunan di desa, terutama untuk pangan,” ujar Budi Arie kepada wartawan, Senin (24/2/2025).

Ia juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin koperasi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat serta memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Pak Presiden ingin koperasi ini menjadi gaya hidup baru, koperasi ini menjadi strategik, dan koperasi ini diharapkan bisa membantu masyarakat atau rakyat meningkat kesejahteraannya,” lanjutnya.

Dorongan terhadap Industri Susu Nasional

Sementara itu, pemerintah juga mengambil langkah tegas dalam meningkatkan industri pengolahan susu dalam negeri. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa industri susu wajib menyerap produksi lokal dari para peternak di Indonesia.

“Industri pengolahan susu wajib mengambil susu lokal. Kalau tidak dia laksanakan, maka izin impornya dan kuota impornya bisa kita bekukan atau kita tahan,” ujar Sudaryono.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional, sementara produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 20 persen. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan untuk menekan angka impor dengan meningkatkan produksi susu lokal.

“Kita ingin instruksi dari Presiden Prabowo adalah bagaimana industri susunya kita naikkan, impornya kita tekan. Jadi orangnya bukan dibatasi untuk minum susu, orang boleh minum susu tapi dari 100 persen yang kita minum bagaimana kuotanya ini lama-lama harus kita balik,” jelasnya.

Investasi dalam Pengadaan Sapi Indukan

Untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri, pemerintah mencanangkan investasi dalam pengadaan dua juta sapi indukan ke Indonesia.

“Sudah ada 167 perusahaan yang komit untuk berinvestasi mendatangkan sapi. Jadi negara tidak mengeluarkan APBN tapi mereka berinvestasi, sumber sapinya dari mereka, mereka yang pelihara, mereka yang bermitra dengan peternak-peternak lokal dan seterusnya,” kata Sudaryono.

Program Makan Bergizi Gratis dan Sumber Protein Lokal

Pemerintah menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis akan mengutamakan penggunaan sumber protein lokal. Karena keterbatasan produksi dalam negeri, susu belum dimasukkan dalam program tersebut.

Sebagai gantinya, pemerintah akan terlebih dahulu menyediakan sumber protein lain, seperti telur dan daging ayam, sebelum mempertimbangkan susu sebagai bagian dari program di masa mendatang. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page