
Jakarta, Kabarterdepan.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto kini telah berjalan di 38 provinsi di Indonesia.
“Jadi dalam waktu satu setengah bulan, sekarang sudah mencapai di 38 provinsi dan di 693 satuan pelayanan,” ujar Dadan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025).
MBG baru mulai berjalan di Provinsi Papua Tengah pada Senin kemarin. Selain itu, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga bertambah 117 unit, sehingga kini mencapai 693 SPPG.
Pada pekan ini, jumlah penerima manfaat MBG juga mengalami peningkatan, dengan lebih dari 2 juta penerima di 38 provinsi sejak program ini pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025.
“Minggu ini Insyaallah sudah bisa melayani lebih dari dua juta penerima manfaat,” kata Dadan.
Dadan juga menjelaskan bahwa anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis akan meningkat menjadi Rp 28 triliun per bulan, yang berarti total kebutuhan anggaran dalam setahun mencapai Rp 336 triliun. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan alokasi anggaran untuk tahun 2025 yang hanya mencapai Rp 71 triliun.
“Pada tahun 2025 karena kita sudah memiliki anggaran Rp 71 triliun. Nanti kalau tahun depan kita butuhnya Rp 28 triliun per bulan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dadan menambahkan bahwa jika program ini ingin dipercepat untuk mencakup 82,9 juta penerima manfaat, maka tambahan anggaran yang dibutuhkan adalah Rp 25 triliun per bulan. Jika percepatan dimulai pada September 2025, maka total tambahan anggaran yang diperlukan mencapai Rp 100 triliun.
“Untuk tahun 2025, karena kita sudah memiliki anggaran Rp 71 triliun, maka kita membutuhkan tambahan Rp 25 triliun per bulan jika ingin dilakukan percepatan menyangkut 82,9 juta. Jadi kalau percepatan itu kita lakukan mulai September, maka kita akan butuh Rp 100 triliun,” jelasnya. (Riris*)
