Dukung Ketahanan Pangan di Sragen, Perum Bulog Serap Gabah Petani Rp6.500/Kg

Avatar of Redaksi
IMG 20250219 WA0084
BULOG: Sosialisasi penyerapan gabah dan beras di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen (Masrikin/kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com – Petani Sragen sambut baik wacana Perum Bulog dalam menyerap gabah dan beras dari petani. Mereka diberikan kepastian harga dan jaminan bahwa hasil panen petani akan terserap dengan baik.

Selain jaminan harga gabah Rp6.500 per kilogram, nantinya, hasil panen berkualitas dari petani bakal diolah dan simpan oleh Bulog untuk program bantuan pangan serta pasar murah, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras yang layak konsumsi dengan harga terjangkau.

Hal itu, disampaikan Pemimpin Cabang Perum Bulog Surakarta, Nanang Harianto saat sosialisasi penyerapan gabah dan beras di Balai Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, pada Selasa (18/2/2025) siang.

Dikatakan, saat ini, pemerintah melalui Bulog berkomitmen menjaga kesejahteraan petani. Kehadiran Bulog bukan hanya untuk membantu di saat produksi, tetapi juga dalam proses panen guna menjaga stabilitas harga agar petani tidak dirugikan

“Kesejahterakan petani sedang menjadi perhatian Presiden, beliau ingin memastikan mereka sejahtera,” katanya.

Kepada petani, Nanang menekankan sangat penting untuk menjaga kualitas gabah agar dapat disimpan sebagai cadangan beras nasional.

“Gabah kering panen harus dipanen pada waktu yang tepat agar mutunya tetap terjaga. Ini sangat penting karena saat musim paceklik, cadangan beras akan menjadi penyelamat bagi banyak orang,” ujarnya.

Sementara, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto yang turut hadir dalam sosialisasi itu menegaskan jika pemerintah melalui Bulog berkomitmen untuk fokus menjaga kesejahteraan petani

“Harapannya, sinergi yang kuat antara pemerintah, Bulog, dan petani dapat semakin memperkokoh ketahanan pangan di Indonesia,” singkatnya.

Terpisah, inisiatif Bulog juga disambut baik oleh Kepala Desa Kecik dan juga para petani di wilayah tersebut, diharapkan nantinya penyerapan gabah dapat benar-benar membantu mensejahterakan para petani.

“Ini adalah kabar baik bagi kami. Dengan harga gabah panen sebesar Rp6.500 per kilogram, petani bisa lebih tenang,” ujar Sukidi Kades Kecik saat dikonfirmasi ulang Rabu (19/2/2024) siang.

“Namun, saat ini kami masih sangat membutuhkan bantuan mesin pengering (dryer) untuk mengatasi kendala pengeringan gabah terutama saat musim hujan,” imbuhnya. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page