
Nasional, Kabarterdepan.com – Pada pekan ketiga bulan Februari 2025, bencana hidrometeorologi di Indonesia masih mendominasi, dengan tercatat 9 kejadian baru yang cukup berdampak.
Di Provinsi Banten, tanah longsor terjadi di Kabupaten Pandeglang, mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu orang luka ringan, sementara dampak kerusakan masih dalam pendataan.
Di Provinsi Jawa Barat, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Karawang pada Sabtu (15/2), menyebabkan 45 KK (145 orang) terdampak dan merusak 40 rumah serta satu fasilitas kesehatan.
Cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Bandung, yang masing-masing berdampak pada 21 KK dengan 59 rumah serta 5 fasilitas umum di Majalengka, serta 44 KK dengan 44 rumah dan 5 fasilitas umum di Kabupaten Bandung.
Selain itu, tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, merusak 22 rumah dan berdampak pada 33 KK.
Di Provinsi Jawa Tengah, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Pati, dengan 35 KK dan 35 rumah terdampak serta kerusakan pada satu fasilitas ibadah, satu tiang listrik, dan satu kendaraan roda empat.
Banjir yang sebelumnya menerjang Kabupaten Demak telah surut. Sementara itu, di Provinsi Jawa Timur, cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Trenggalek, dengan 23 KK dan 23 rumah terdampak.
Di Sumatera, banjir terjadi di Kabupaten Aceh Besar, dengan 33 KK atau 222 jiwa terdampak, serta di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang mengakibatkan 333 KK dan 333 rumah terdampak.
“Kita bergeser sedikit ke bagian tengah pulau jawa, dilaporkan cuaca ekstrem melanda Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, tercatat sebanyak 35 KK dan 35 unit rumah terdampak serta satu fasilitas ibadah, satu tiang listrik dan satu kendaraan roda empat rusak. Selain itu, banjir yang sebelumnya menerjang Kabupaten Demak dilaporkan sudah surut,” ucapnya.
Selain itu, erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berlangsung, dengan aktivitas kegempaan dan vulkanik yang intens.
Status gunung ini meningkat dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas), mengakibatkan 1.457 KK atau 5.086 orang mengungsi.
BNPB terus mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada menghadapi ancaman bencana, termasuk mitigasi angin kencang dengan memangkas ranting pohon atau memeriksa kekuatan atap rumah.
BNPB juga akan terus melaporkan perkembangan penanganan bencana di Indonesia. (Tantri*)
