
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kota Mojokerto terus berupaya menciptakan atlet berbakat dan berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Organisasi yang dibentuk tahun 2019 ini dipimpin oleh Bambang Pudji sebagai Ketua, yang juga menjabat sebagai Sekretaris KONI Kota Mojokerto, Sabtu (15/02/2025).
“IODI Kota Mojokerto dibentuk pada tahun 2019 dengan Bambang Pudji sebagai ketuanya. Saat itulah saya mulai membentuk grup IODI,” jelas Tan Tjiu Fa, Koordinator Bidang Latin dan Standard, yang akrab disapa Afa.
“IODI ini bertujuan menciptakan atlet yang berbakat dan berkualitas, serta memiliki loyalitas tinggi. Kami berharap para atlet bisa membawa dan mengharumkan nama Kota Mojokerto di pentas nasional dan internasional,” tambah Afa
Hingga saat ini, sudah banyak atlet-atlet IODI di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. Seluruh daerah di Jawa Timur memiliki kesempatan untuk mengajukan keanggotaan dan bergabung dengan IODI kota dan kabupaten.
IODI Kota Mojokerto rutin mengadakan latihan setiap minggu dengan program latihan dan kerja yang sudah terstruktur. Tempat latihan berlokasi di Sanggar Arsyla Tropodo Kota Mojokerto. IODI 4 Cabang Olahraga (Cabor) yaitu Latin & Standar, Hip Hop, Tradisional, dan Briking.

Selain latihan rutin, IODI Kota Mojokerto juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi dan festival. Beberapa prestasi yang berhasil diraih di antaranya adalah 2 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur tahun 2023. Mereka juga meraih medali perunggu di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2024 di Bangkalan.
“Momen paling berkesan adalah saat Porprov 2023 ketika atlet kami berhasil meraih medali emas. Itu menjadi kebanggaan bagi kami dan Kota Mojokerto,” ungkap Afa dengan semangat.
Tantangan terbesar yang dihadapi IODI adalah membentuk atlet yang tangguh sejak usia dini. Proses pembinaan ini memerlukan komitmen dan strategi yang tepat agar para atlet memiliki mental juara dan keterampilan yang mumpuni.
“Kami mempersiapkan atlet sejak usia dini, bahkan sejak sekolah dasar. Pembinaan atlet usia dini menjadi tanggung jawab kami sebagai insan olahraga,” jelas Afa.
Harapannya, IODI Kota Mojokerto berencana melaksanakan program pembinaan yang sudah teragendakan untuk menciptakan atlet-atlet handal sejak usia dini. Dengan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan para atlet dapat mengembangkan bakat dan potensi mereka secara optimal.
“Kedepannya, kami ingin terus mencetak atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional,” tutupnya (Steven/*)
