
Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – Tim ekskavasi tahap enam situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Sooko, Mojokerto masih memfokuskan temuan gerbang megah ketiga. Lokasinya berada di ladang tebu atau di sebelah selatan menuju pintu masuk utama ke bangunan suci situs Tribhuana Tunggadewi.
Gapura megah itu berdenah Cruciform seluas 26 x 20 meter persegi. Arkeolog dan tim ekskavasi terus memfokuskan dugaan temuan gerbang yang megah itu.
“Ada bagian strukur yang menjorok keluar, kami mencurigai dan kami memperhatikan apakah juga ada kaitannya dengan tapak gapura yang ada di struktur ini” kata Muhammad Ichwan, ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim, Sabtu (5/8/2023).
Menurut Ichwan, pihaknya saat ini fokus melakukan penggalian arkeologi di ladang tebu untuk menemukan sudut barat daya pagar sebelah selatan. Sebab ada berbedaan ketebalan batu bata 90 cm di sisi utara lapangan sepak bola dengan yang berada di sisi selatan yang berlokasi di ladang tebu.
“Nanti untuk konteksnya coba kami flot, kami overlife seperti apa itu. Dan kami coba hubungkan antara data yang kemarin dengan data saat ini, dan nanti diharapkan dengan overley yaitu di dapatkan pola ruang seperti apa, yang berbeda dengan ketebalan ketebalan batu bata tadi” ujar Ichwan.
Ekskavasi tahap enam situs Bhre Kahuripan ini berlangsung 17 Juli hingga 16 Agustus 2023. Sejauh ini tim sudah selesai melakukan ekskavasi di sektor lapangan sepak bola, dan saat ini sedang proses ekskavasi di sektor ladang tebu atau sebelah selatan dari lapangan sepak bola.
Untuk hasilnya di sektor lapangan bola, tim ekskavasi mendapatkan adanya struktur yang tebal dan memanjang arah utara dan selatan. Ujung struktur di sebelah utara itu mengarah ke timur, sedangkan di sektor selatan mengarah ke sektor ladang tebu. Struktur ini punya ketebalan rata-rata 130 cm hingga 135 cm.
“Di beberapa tempat itu kita dapatkan bagian yang menjorok, baik bagian barat atau timur (ada di dua tempat), saat ini kita dapatkan denahnya mengindikasikan dan kami duga merupakan sisa tapak dari gapura. Ini baru awal,” pungkas Ichwan. (Erik)
