Emas Melejit di Mojokerto Jelang Ramadan, Masyarakat Berebut Investasi

Avatar of Redaksi
1000073317 scaled
Suasana Toko Emas di Kota Mojokerto Senin, (3/2/2025) Harga Emas Naik Melejit Tajam (Tantri / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Mendekati bulan puasa, harga emas di wilayah Kota Mojokerto terus merangkak naik dari tahun 2024 hingga 2025.

Tercatat di awal pekan bulan Februari 2025 harga emas per gram mengalami kenaikan cukup melejit, animo masyarakat untuk membeli logam mulia ini justru mengalami lonjakan, menciptakan keseimbangan antara kenaikan harga dan volume penjualan.

Hal ini menandakan bahwa masyarakat tetap memilih emas sebagai pilihan investasi dan barang berharga menjelang bulan suci Ramadan.

Nurul selaku Penanggungjawab salah satu Toko Emas di Kota Mojokerto menyampaikan sudah mulai Februari hari ini Senin, (3/2/2025) Mojokerto, Surabaya, sampai seluruhnya harga emas tiap kadarnya terus naik.

Walaupun kondisi setiap hari bisa naik turun secara tiba-tiba, namun signifikan naik.

“Sekarang naik terus dulu 16K mulai dari 700 Ribu sekarang bisa 1 Juta lebih. Dari berbagai jenisnya mulai dari UBS, Lestari, Ayu, Lotus, Amiro dan lainnya. Namun harga dan kadarnya tetap sama beda jenis saja,“ terang Nurul, Senin, (3/2/2025).

1000073316 scaled
Nurul, Penanggungjawab Toko Emas Kota Mojokerto Wahyu Redjo Jl. Mojopahit (Tantri / Kabarterdepan.com)

Dijelaskan oleh Nurul bahwa kenaikan harga ini berbanding lurus dengan pembelian masyakarat Mojokerto kenaikan harga emas seringnya terjadi 2-3 hari terakhir.

“Kalau sekarang ramai, apalagi lebaran nanti tidak ada yang tahu mungkin malah semakin banyak juga masyarakat yang beli emas,” ujarnya.

Dengan situasi ini untuk emas 6K menjadi 595.000, 8K 682.500, dan yang paling mahal 16K 1Juta 105 Ribu.

1000073315
Potret Emas di Salah Satu Toko Emas Kota Mojokerto (Tantri / Kabarterdepan.com)

“Masyarakat Mojokerto khususnya sering memilih yang 6-8K,“ tambahnya.

Sementara harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk terpantau turun Rp 3.000 per gram pada hari ini.

Mengutip laman Logam Mulia, harga emas Antam di awal pekan kini sebesar Rp 1.621.000 per gram dari hari sebelumnya sebesar Rp 1.624.000 per gram.

Begitu pula dengan harga buyback hari ini turun Rp 3.000 per gram menjadi sebesar Rp 1.472.000 per gram dari sebelumnya Rp 1.475.000 per gram.

Buyback adalah harga yang di dapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut.

Adapun berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017 diatur bahwa pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen.

Jika ingin dapat potongan pajak lebih rendah yakni sebesar 0,25 persen, menurut aturan PMK Nomor 38 Tahun 2023, maka sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) setiap kali transaksi. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Sedangkan untuk buyback, berdasarkan PMK Nomor 34 Tahun 2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai lebih dari Rp 10 juta, akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP.

Untuk diketahui pula, bahwa harga buyback yang ditetapkan Antam tersebut belum termasuk pengenaan pajak bila penjualannya melebihi Rp 10 juta.

PPh 22 atas transaksi buyback akan dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini.

• Emas 0,5 gram:Rp 860.500

• Emas 1 gram: Rp 1.621.000

• Emas 2 gram: Rp 3.182.000

• Emas 3 gram: Rp 4.748.000

• Emas 5 gram: Rp 7.880.000

• Emas 10 gram: Rp 15.705.000

• Emas 25 gram: Rp 39.137.000

• Emas 50 gram: Rp 78.195.000

• Emas 100 gram: Rp 156.312.000

• Emas 250 gram: Rp 390.515.000

• Emas 500 gram: Rp 780.820.000

• Emas 1.000 gram: Rp 1.561.600.000

Apa Penyebab Harga Emas Kini Naik Tajam? 

Harga emas global meroket seiring dengan melemahnya dolar AS setelah data inflasi inti Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil yang lebih rendah dari perkiraan.

Hal ini meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan menghidupkan kembali ekspektasi bahwa siklus pelonggaran suku bunga The Federal Reserve (Fed) mungkin belum berakhir.

Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk tahun 2024, yang juga menandai akhir pemerintahan Biden dalam menghadapi lonjakan harga pasca-pandemi, menunjukkan bahwa inflasi, kecuali pada makanan dan energi, melambat menjadi 3,2% pada Desember dari 3,3% bulan sebelumnya.

Meskipun inflasi utama sedikit meningkat, angka inti yang dikenal sebagai “core CPI” lebih mencerminkan tekanan harga yang mendasar.

Dengan penurunan inflasi di sektor perumahan, para ekonom memperkirakan bahwa laporan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk Desember akan menunjukkan pelemahan, bahkan mungkin turun di bawah target 2% yang ditetapkan oleh Fed.

PCE menjadi patokan inflasi bagi bank sentral, dan pejabat Fed memprediksi pelambatan signifikan dalam beberapa bulan pertama tahun ini.

Pejabat Federal Reserve menyatakan bahwa data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan inflasi AS terus mereda, meskipun mereka mencatat adanya ketidakpastian yang meningkat di bulan-bulan mendatang sambil menunggu kebijakan dari pemerintahan Presiden Trump yang baru.

Pasar kini memperkirakan pemotongan suku bunga lebih besar sepanjang 2025, dibandingkan dengan perkiraan sebelum data inflasi tersebut keluar.

Indeks dolar melemah 0,1%, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun juga turun.

Potensi tarif yang ditetapkan oleh Trump setelah kembali ke Gedung Putih pada minggu depan dapat memicu inflasi dan membatasi ruang bagi Fed untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut.

Emas, yang tidak menghasilkan imbal hasil, dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, meskipun suku bunga yang lebih tinggi dapat menurunkan daya tariknya.

Zain Vawda, analis pasar di MarketPulse oleh OANDA, mengatakan bahwa ketidakpastian seputar tarif dan kebijakan perdagangan Trump terhadap ekonomi global kemungkinan akan mempertahankan permintaan emas sebagai aset safe-haven.

Selain itu, nilai dolar AS yang tinggi terhadap rupiah juga turut mendorong harga emas Antam, karena harga emas dunia diperdagangkan dalam dolar AS.

Pada hari Kamis (16/1/2025), rupiah ditutup melemah 0,25% di angka Rp16.335/US$, sejalan dengan pelemahan pada perdagangan sebelumnya (15/1/2025) yang juga turun 0,34%. (Tantri*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page