Pihak Sekolah Beberkan Persiapan Outing Class dan Tindakan Pasca Laka Laut SMPN 7 Kota Mojokerto

Avatar of Redaksi
IMG 20250131 WA0061 11zon scaled
Potret perwakilan sekolah dalam Rapat Dengar Pendapat di DPRD Kota Mojokerto (Dila / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Perwakilan SMPN 7 Kota Mojokerto membeberkan tindakan sekolah pra dan pasca laka laut yang menimpa siswa kelas 7 saat mengikuti kegiatan Outing Class di Pantai Drini, Yogyakarta.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Mojokerto bidang pendidikan di ruang rapat sekretariat DPRD, Jumat (31/1/2025).

Dalam rapat tersebut, pihak sekolah menjelaskan bahwa pemilihan Yogyakarta sebagai destinasi Outing Class sudah melalui pertimbangan dan keputusan bersama dengan wali murid.

“Jadi kita sudah merencanakan waktu itu ada dua opsi yaitu di Malang dan juga di Yogyakarta. Kemudian untuk menentukan itu, ketika rapotan akhir semester 1, wali murid sekalian divoting dan mayoritas memilih di Yogyakarta,” ujar perwakilan SMPN 7 Kota Mojokerto.

Pihak sekolah juga telah melakukan berbagai persiapan sebelum keberangkatan, termasuk pemilihan armada, fasilitas perjalanan, serta destinasi yang dikunjungi.

“Sebelum keberangkatan itu juga kita sudah siapkan pakai armada, kemudian fasilitasnya menuju Yogyakarta seperti apa dan juga destinasinya. Tujuannya adalah ke Batik Jawon karena ada kolaborasi mata pelajaran di dalamnya yaitu seni budaya, prakarya, kemudian bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Inggris untuk presentasi hasil karyanya. Jadi di sana kegiatan membatik, terus presentasinya dilakukan di sekolah,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihak sekolah juga telah melakukan sosialisasi kepada wali murid mengenai rencana perjalanan dan agenda kegiatan melalui berbagai cara.

“Kita adakan briefing hari Jumat, anak-anak kita kumpulkan di lapangan. Terus hari Sabtunya ini membuat surat edaran untuk sosialisasi tujuh kebiasaan baru ke wali murid, plus itu untuk sosialisasi keberangkatan Outing Class untuk murid melalui Zoom, karena kalau dikumpulkan dalam satu ruangan tidak memadai,” ungkap perwakilan sekolah.

Persiapan Sekolah Sebelum Outing Class

Sebelum keberangkatan, sekolah telah melakukan beberapa kali briefing dan doa bersama.

“Kita mulai dari hari Jumat briefing, wali murid juga sudah kita berikan informasi tersebut. Malam sebelum berangkat kita briefing lagi kemudian doa,” katanya.

Namun, insiden tragis yang tidak diharapkan terjadi pada pagi hari saat kegiatan berlangsung.

“Di pagi hari itu yang tidak kita inginkan terjadi, jadi itu adalah kuasa Allah dan batas kemampuan manusia,” ujar perwakilan sekolah dengan nada lirih.

Saat kejadian berlangsung, pihak sekolah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di Yogyakarta untuk mendapatkan informasi yang valid mengenai kondisi siswa yang menjadi korban.

“Selama kejadian itu kita juga komunikasi terus dengan pihak di Yogyakarta sehingga kabar-kabar benar sesuai dengan data yang di Yogyakarta, terus kita update,” tambahnya.

Dalam upaya menangani dampak kejadian, para guru juga dibagi tugas untuk membantu proses evakuasi dan pendampingan kepada keluarga korban.

“Kita mengkondisikan teman-teman guru membantu proses itu dengan membagi tugas ke beberapa guru untuk langsung menuju ke rumah duka yang kemudian yang sudah terindikasi MD sambil menunggu jenazahnya sampai proses pengakaman jadi bergantian,” jelasnya.

Selain itu, pihak sekolah juga berupaya menenangkan orang tua siswa dan tetap memantau kondisi di sekolah serta proses kepulangan rombongan.

“Kita juga membantu mengkondisikan dan menenangkan kondisi orang tua, jadi itu yang bisa kami lakukan pada waktu itu karena kami juga harus terus bergerak memantau, kemudian melihat suasana di sekolah dan menyiapkan semua kedatangan 5 bus itu. Jadi konsentrasi terbagi,” ungkapnya.

Saat ini, kondisi siswa yang masih dalam perawatan sudah mulai membaik.

“Kemudian untuk yang korban di RS Wahidin Sudirohusodo sore ini sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Dua orang di RS Sardjito tadi malam sudah pulang, kemudian yang satu lagi masih perawatan. Insya Allah dalam dua hari ini sudah diperbolehkan pulang,” pungkasnya.

Kejadian ini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk DPRD Kota Mojokerto yang akan mengevaluasi kegiatan Outing Class bagi siswa di masa mendatang. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page