Bumi Laya Ika Tantra Adi Raja: Sejarah dan Filosofi di Balik Nama Blitar

Avatar of Redaksi
Bumi Laya Ika
Candi Penataran. (Redaksi/kabarterdepan.com)

Blitar, kabarterdepan.com- Blitar, Sebuah kota kecil di Jawa Timur, memiliki nama yang unik dan penuh makna. Nama “Blitar” sendiri berasal dari frasa “Bumi Laya Ika Tantra Adi Raja”, yang memiliki arti yang dalam dan filosofis.

Almarhum Bambang In Mardiono alias Mbah Gudel salah satu orang yang mencetuskan frasa tersebut.

Juru kunci Istana Gebang Bung Karno yang wafat pada usia 79 tahun ini merupakan salah satu pendiri dari Blitar Heritage Society (BHS) yang aktif menggali sejarah dan temuan kuno yang ada di Blitar.

Berikut sejarah tentang Blitar “Bumi Laya Ika Tantra Adi Raja” yang artinya Tanah Agung Para Raja diambil dari berbagai sumber sejarah.

Sejarah Nama Blitar

Nama “Blitar” telah digunakan sejak zaman kerajaan Kediri, yang berkuasa di Jawa Timur pada abad ke-12. Pada saat itu, Blitar merupakan sebuah wilayah yang strategis dan kaya akan sumber daya alam.

Menurut catatan sejarah, nama “Blitar” berasal dari frasa “Bumi Laya Ika Tantra Adi Raja”, yang merupakan sebuah mantra yang digunakan oleh para raja Kediri untuk memohon kekuatan dan kemakmuran bagi kerajaan mereka.

Filosofi di Balik Nama Bumi Laya Ika Tantra Adi Raja

Frasa “Bumi Laya Ika Tantra Adi Raja” memiliki arti yang dalam dan filosofis. “Bumi” berarti tanah atau bumi, “Laya” berarti kekuatan atau energi, “Ika” berarti satu atau kesatuan, “Tantra” berarti ajaran atau ilmu, dan “Adi Raja” berarti raja atau penguasa.

Dengan demikian, frasa “Bumi Laya Ika Tantra Adi Raja” dapat diartikan sebagai “Kekuatan bumi yang satu dan utuh, yang dipimpin oleh raja yang bijaksana dan berkuasa”.

Makna filosofis di balik nama Blitar ini adalah bahwa kekuatan dan kemakmuran sebuah wilayah atau kerajaan tidak hanya bergantung pada kekuatan fisik atau material, tetapi juga pada kekuatan spiritual dan moral.

Nama “Blitar” tidak hanya memiliki makna filosofis yang dalam, tetapi juga memiliki warisan budaya yang kaya. Blitar merupakan sebuah kota yang memiliki banyak situs budaya dan sejarah, seperti Candi Penataran, Candi Kotes, dan Makam Bung Karno.

Bahkan nama Blitar juga terdapat dalam Kitab Negarakertagama yang di tulis oleh Mpu Prapanca. Dari banyak sumber sejarah, Blitar memang salah satu daerah yang menjadi prioritas dalam perjalanan para Raja Majapahit saat melakukan kunjungan ke wilayah kekuasaan.

Selain itu, Blitar juga memiliki banyak tradisi dan budaya yang unik, seperti Upacara Adat Blitar, yang diadakan setiap tahun untuk memperingati hari jadi kota Blitar.

Sehingga sampai saat ini “Blitar” memiliki makna filosofis yang dalam dan warisan budaya yang kaya. Frasa “Bumi Laya Ika Tantra Adi Raja” yang menjadi asal nama Blitar memiliki arti yang dalam dan filosofis, yang menggambarkan kekuatan dan kemakmuran sebuah wilayah atau kerajaan yang dipimpin oleh raja yang bijaksana dan berkuasa. (Anang Agus Faisal)

Responsive Images

You cannot copy content of this page