
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Peringatan kepada orang tua untuk lebih waspada terhadap aksi penculikan anak-anak yang kini marak terjadi.
Kejadian terbaru menimpa seorang siswa perempuan bernama (NS), yang merupakan siswa kelas 2 SDN Sawo 2, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (24/1) siang, di mana (NS) menjadi korban penculikan yang dilakukan oleh seorang pria tak dikenal.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 09.00 WIB, ketika (NS) , yang baru selesai mengikuti kegiatan peringatan Isra Mikraj di sekolahnya, hendak pulang.
Saat itu, seorang pria yang tidak dikenal mendekati korban dengan berpura-pura menanyakan lokasi SDN Sawo 1.
Pria tersebut kemudian mengajak korban untuk menunjukkan arah menuju sekolah tersebut.
Tanpa curiga, (NS) mengikuti ajakan pelaku yang menawarkan untuk mengantarnya menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna merah.
“Pelaku kemudian mengajak dan membonceng korban menggunakan kendaraan Scoopy warna merah,” tuturnya.
Pelaku yang tampaknya memiliki niat jahat, membawa korban berkeliling sejauh sekitar 16 kilometer dari rumahnya, menuju Desa Bandarasri.
Selama perjalanan, pelaku berdalih bahwa ia akan membawa korban ke rumahnya untuk mengambil sebuah ponsel.
Namun, setibanya di ladang tebu yang terletak di Dusun Tawangsari, Desa Bandarasri, pelaku kemudian menurunkan korban dari motor, merampas anting yang dikenakan korban, dan menyuruhnya tidur di tengah ladang tebu.
Pelaku meninggalkan korban yang masih terbaring di ladang tebu tersebut dan melarikan diri dengan sepeda motor yang ia gunakan.
(NS) yang ketakutan dan bingung, akhirnya mulai berteriak histeris meminta pertolongan.
Keberuntungan masih berpihak pada (NS), karena teriakan tersebut didengar oleh seorang pencari rumput yang sedang berada di sekitar ladang tebu tersebut.
Pencari rumput yang mendengar teriakan tersebut segera mendekati dan menemukan NS dalam kondisi ketakutan di tengah ladang.
Setelah menemukan korban, pria tersebut dengan sigap membawanya ke Balai Desa Bandarasri.
Selanjutnya, pihak desa segera menghubungi Polsek Ngoro untuk menyerahkan NS yang masih dalam keadaan trauma.
Petugas Polsek Ngoro kemudian datang dan membawa korban ke kantor polisi untuk proses selanjutnya.
Kapolsek Ngoro, Kompol Heru Purwandi, menjelaskan bahwa kejadian ini segera ditindaklanjuti.
Polisi langsung melakukan koordinasi dengan Polsek Kutorejo untuk mendalami lebih lanjut kejadian tersebut dan mengungkap pelaku penculikan.
Heru juga menambahkan bahwa korban, (NS), telah diserahkan kepada keluarganya dengan pendampingan dari pihak kepolisian dan bhabinkamtibmas setempat.
Menurut keterangan polisi, selain perampasan anting, tidak ditemukan indikasi pelaku melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap korban.
Namun, peristiwa ini tentu saja menimbulkan trauma yang mendalam bagi anak berusia 8 tahun tersebut.
Meskipun demikian, berkat kecepatan respon dari masyarakat dan pihak berwajib, NS akhirnya berhasil diselamatkan dengan selamat.
Pihak kepolisian juga mengingatkan orang tua untuk selalu mengawasi dan mendampingi anak-anak mereka, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Kejadian ini mengingatkan kita bahwa tindakan penculikan anak-anak dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.
Oleh karena itu, kewaspadaan dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Kasus penculikan terhadap anak-anak bukanlah kejadian pertama di wilayah Mojokerto.
Sepekan sebelumnya, pada Minggu (12/1), seorang anak perempuan berusia 8 tahun bernama (KN), yang merupakan siswa kelas 2 MI di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, juga menjadi korban penculikan.
Dalam kasus tersebut, pelaku merampas anting (KN) dan meninggalkannya di sebuah persawahan di Dusun Sumberame, Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal.
Kejadian ini menambah daftar panjang penculikan yang terjadi di wilayah Mojokerto, yang seharusnya menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan aparat keamanan.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang melakukan tindakan penculikan terhadap (NS) .
Polisi berharap agar masyarakat tetap berhati-hati dan melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan mereka.
Dengan semakin maraknya kejadian seperti ini, penting bagi masyarakat untuk saling menjaga dan melaporkan jika ada tanda-tanda perilaku yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
Orang tua juga dihimbau untuk terus memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bahaya yang mengancam dan bagaimana cara melindungi diri dari ancaman tersebut. (Tantri*)
