Jumlah Pendaftar Meledak! 2.140 Orang Bersaing di Seleksi PPPK Pemkab Mojokerto

Avatar of Redaksi
IMG 20250125 WA0022
PPPK Tahap Dua Mojokerto Dibuka Tahun Ini, Sabtu (25/1/2025) (Redaksi / Kabarterdepan.com) 

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pendaftar untuk seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap dua yang dibuka oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mengalami lonjakan jumlah yang signifikan.

Hingga batas akhir pendaftaran, tercatat ada 2.140 pelamar yang mendaftar untuk 427 lowongan yang dibuka oleh Pemkab.

Jumlah ini menunjukkan peningkatan yang cukup besar dibandingkan dengan tahap pertama yang hanya menarik 1.540 pendaftar.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto, Tatang Marhaendrata, menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap seleksi PPPK kali ini sangat tinggi, dan pendaftarannya bahkan melampaui ekspektasi.

Tatang menjelaskan bahwa, dari keseluruhan jumlah pendaftar, formasi tenaga teknis menjadi yang paling banyak diminati.

Sebanyak 1.554 orang mendaftar untuk mengisi 103 lowongan pada formasi tenaga teknis, yang membuat persaingan di formasi ini sangat ketat.

Artinya, setiap lowongan pada formasi tenaga teknis akan diperebutkan oleh lebih dari 15 pelamar.

Selain itu, persaingan juga cukup sengit di formasi tenaga kesehatan, yang mana ada 306 orang yang mendaftar untuk mengisi 124 lowongan yang tersedia.

Formasi untuk guru juga tak kalah diminati, dengan 280 pendaftar yang bersaing untuk mengisi 200 kursi yang dibuka.

Hal ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang tertarik untuk mengisi posisi-posisi strategis di lingkungan Pemkab Mojokerto.

Peningkatan jumlah pelamar pada seleksi PPPK tahap dua ini salah satunya disebabkan oleh perubahan syarat seleksi yang lebih longgar dibandingkan dengan tahap pertama.

Pada tahap pertama, pelamar diwajibkan untuk terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Namun, pada tahap dua ini, pelamar tidak lagi harus memenuhi persyaratan tersebut.

Syarat utama bagi pelamar adalah memiliki pengalaman kerja di lingkungan pemerintah daerah minimal dua tahun berturut-turut dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, guru non-ASN yang aktif mengajar di sekolah negeri dan terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan selama minimal dua tahun juga diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi.

Begitu pula, bagi mereka yang tidak lolos seleksi CPNS atau PPPK pada tahap pertama, kini diberikan kesempatan untuk mencoba kembali pada tahap dua ini.

Tatang juga menegaskan bahwa meskipun jumlah pelamar sudah tercatat, angka tersebut belumlah final.

Panitia seleksi daerah masih dalam proses verifikasi dan validasi berkas pendaftar untuk memastikan bahwa semua persyaratan yang diajukan oleh pelamar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Proses verifikasi ini sangat penting untuk memastikan tidak ada ketidaksesuaian dalam data yang dikirimkan oleh para pelamar.

Oleh karena itu, jumlah pelamar yang terdaftar dapat berubah setelah proses verifikasi selesai.

Pengumuman hasil seleksi administrasi direncanakan akan dilakukan pada 18 Februari mendatang, setelah seluruh proses verval selesai.

“Saat ini panitia seleksi daerah masih melakukan tahap verifikasi dan validasi berkas pelamar yang dimungkinkan ada ketidak sesuaian sebagaimana yang dipersyaratkan. Sesuai jadwal paling akhir pengumuman hasil seleksi administrasi pada 18 februari. Jadi saat ini masih proses verval,’’ pungkasnya.

Pemkab Mojokerto berharap dengan adanya seleksi PPPK tahap dua ini dapat segera menyelesaikan pengangkatan tenaga honorer yang telah lama mengabdi dan memenuhi kekurangan tenaga di berbagai sektor pelayanan publik.

Sebagai informasi, seleksi ini memang sudah lama dinantikan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menuntaskan pengangkatan tenaga honorer dan memperkuat aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan daerah. (Tantri*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page