Istana Gebang: Saksi Bisu Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia di Blitar

Avatar of Redaksi
Istana Gebang
Istana Gebang di Blitar. (Anang Agus Faisal/kabarterdepan.com)

Blitar, Kabarterdepan.com- Blitar, Sebuah kota kecil di Jawa Timur, menyimpan banyak kenangan sejarah yang tak ternilai. Salah satu saksi bisu sejarah tersebut adalah Istana Gebang, sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Istana Gebang terletak di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Gebang, Kecamatan Sukorejo, Blitar. Bangunan ini didirikan pada tahun 1921 oleh Pangeran Purboyo, seorang bangsawan dari Kerajaan Blitar. Awalnya, bangunan ini digunakan sebagai tempat tinggal Pangeran Purboyo dan keluarganya.

Namun, setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, Istana Gebang berubah menjadi pusat perjuangan kemerdekaan di Blitar.

Bangunan ini menjadi tempat pertemuan para pejuang kemerdekaan, termasuk Soekarno dan Hatta, yang kemudian menjadi presiden dan wakil presiden pertama Republik Indonesia.

Fungsi Istana Gebang

Dilansir dari berbagai sumber, bangunan ini memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia di Blitar. Bangunan ini menjadi pusat kegiatan para pejuang kemerdekaan seperti menjadi tempat pertemuan para pejuang kemerdekaan untuk membahas strategi dan rencana perjuangan.

Tidak hanya itu, bangunan ini juga pernah menjadi Markas Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Blitar, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Sungkono.

Gedung ini juga pernah digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata dan amunisi untuk para pejuang kemerdekaan.

Beberapa peristiwa penting di Istana Gebang. Pertama, selama perjuangan kemerdekaan, antara lain sebagai pertemuan Soekarno dan Hatta pada tanggal 22 Agustus 1945, Soekarno untuk membahas rencana perjuangan kemerdekaan.

Kedua, pembentukan TKR pada tanggal 5 Oktober 1945, TKR dibentuk di Istana Gebang, dengan Letnan Kolonel Sungkono sebagai pimpinannya.

Ketiga, bangunan ini pernah diserang oleh Belanda. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 21 Juli 1947, pasukan Belanda menyerang gedung ini dalam upaya untuk menghancurkan perjuangan kemerdekaan di Blitar.

Saat ini, Istana Gebang telah direnovasi dan dijadikan sebagai museum sejarah. Bangunan ini masih mempertahankan arsitektur aslinya, dengan beberapa tambahan dan perubahan untuk memenuhi kebutuhan sebagai museum.

Di dalam museum, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi benda-benda sejarah, termasuk foto-foto, dokumen, dan senjata yang digunakan selama perjuangan kemerdekaan.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat ruangan-ruangan yang pernah digunakan sebagai tempat pertemuan dan markas besar TKR. (Anang Agus Faisal)

Responsive Images

You cannot copy content of this page