Renovasi Stadion Kanjuruhan Rampung, Kini Berstandar FIFA

Avatar of Jurnalis: Doinuri
Screenshot 2025 01 18 19 41 52 942 com.miui .gallery edit
Menteri PU bersama rombongan meninjau langsung Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang. Sabtu (18/1/2025). (Doi Nuri/kabarterdepan.com)

Kabupaten Malang, Kabarterdepan.com – Renovasi Stadion Kanjuruhan di Malang, yang telah menjadi saksi sejarah penting bagi masyarakat Indonesia, akhirnya rampung.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa proses renovasi ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik stadion, tetapi juga menjaga nilai sejarah yang melekat pada bangunan tersebut.

“Prosesnya memang panjang karena stadion ini memiliki sejarah yang harus kita jaga. Kita ingin agar memori ini tetap hidup untuk anak cucu kita ke depan,” ujar Dody dalam konferensi pers.

Menurutnya, kondisi teknis Stadion Kanjuruhan sebelumnya sudah tidak layak dan berbahaya bagi pengguna. Namun, pendekatan renovasi dilakukan dengan hati-hati, mempertimbangkan masukan dari keluarga korban dan masyarakat.

“Biaya memang besar, tetapi jika kita berbicara tentang sejarah dan nyawa manusia, itu tidak bisa dinilai dengan uang,” tambahnya.

Renovasi ini melibatkan penerapan standar keselamatan internasional, termasuk Standar Nasional Indonesia (SNI) dan regulasi FIFA.

Stadion kini telah memiliki jalur evakuasi yang mampu mendukung evakuasi penonton dalam waktu tujuh menit, sesuai dengan hasil uji coba.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Airyn Saputri Harahap, menjelaskan bahwa proses renovasi membutuhkan konsultasi intensif dengan banyak pihak, termasuk keluarga korban.

“Kami mendiskusikan hampir semua aspek, mulai dari desain hingga warna stadion. Semua ini untuk menghormati permintaan keluarga dan memastikan keselamatan pengguna stadion,” jelas Airyn.

Biaya renovasi yang lebih mahal dibandingkan pembangunan stadion baru, seperti di Lamongan, dijelaskan karena keharusan mempertahankan elemen bersejarah yang ada.

“Berbeda dengan membangun dari nol, renovasi ini membutuhkan penguatan struktur yang sudah ada dan pelestarian nilai sejarah,” tambahnya.

Stadion Kanjuruhan kini siap diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dikelola lebih lanjut. Menteri Dody berharap stadion ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah sekaligus tempat yang aman bagi masyarakat.

“Kita membangun dengan hati. Insyaallah stadion ini akan tetap layak digunakan hingga 30-40 tahun ke depan. Mari kita hargai sejarah ini, bukan hanya dari sisi biaya, tetapi dari nilai kemanusiaan yang tak ternilai,” tutupnya. (doi)

Responsive Images

You cannot copy content of this page